Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati saat dihubungi tim Regional Liputan6.com, Minggu (6/9/2026) mengatakan, penduduk perlu waspada terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mengingat abu vulkanik mengandung partikel lembut nan dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, serta kemungkinan bisa memperburuk asma alias penyakit paru.
"Masyarakat nan terdampak hujan abu diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker nan terpasang rapat, terutama N95, KN95, alias nan setara," katanya.
Jika masker-masker tersebut tidak tersedia, kata Rita, masyarakat bisa menggunakan masker bedah.
"Anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan perlu lebih berhati-hati. Untuk segera mencari pertolongan medis andaikan mengalami sesak napas berat alias nyeri dada," katanya.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·