Jakarta, CNBC Indonesia - Tensi geopolitik dunia semakin mendidih setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman baru agar Iran segera menyerah. Di saat nan sama, blokade total di Selat Hormuz mulai memicu kerugian finansial nan masif hingga miliaran dolar pada Kamis (30/4/2026).
Berikut adalah 9 pembaruan tambahan mengenai eskalasi bentrok AS-Iran nan dirangkum dari Al Jazeera:
1. Trump Minta Iran Menyerah
Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras di Ruang Oval Gedung Putih mengenai kebuntuan negosiasi dengan Teheran. Trump mengeklaim militer AS telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan pertahanan Iran dan hanya menyisakan sedikit keahlian rudal.
Trump menegaskan bahwa satu-satunya langkah untuk menghentikan perang adalah dengan pengakuan kekalahan secara total dari pihak Iran.
"Mereka kudu menyerah, itu saja nan kudu mereka lakukan. Katakan saja, 'Kami menyerah', itu saja," tegas Trump mengutip Al Jazeera.
2. Blokade AS Tahan 69 Juta Barel Minyak Iran
Komandan CENTCOM militer AS, Brad Cooper, mengumumkan keberhasilan pasukannya dalam mencegat kapal komersial ke-42 nan mencoba melanggar blokade. Saat ini, puluhan kapal tanker Iran dilaporkan terjebak dan tidak dapat menjual muatannya.
Cooper memerinci bahwa blokade tersebut telah melumpuhkan pendapatan Iran dari sektor daya secara signifikan hingga mencapai nomor miliaran dolar.
"Saat ini ada 41 kapal tanker dengan 69 juta barel minyak nan tidak bisa dijual oleh rezim Iran. Itu diperkirakan berbobot lebih dari US$ 6 miliar (Rp 103,5 triliun) nan tidak dapat dinikmati secara finansial oleh kepemimpinan Iran," ujar Cooper mengutip Al Jazeera.
3. Negosiasi Pindah ke Telepon
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Trump mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan Iran sekarang tidak lagi dilakukan secara tatap muka di Pakistan. Ia memilih jalur komunikasi telepon untuk efisiensi waktu dan birokrasi.
Trump menganggap pertemuan bentuk nan menghabiskan waktu lama hanya membuang energi, terutama jika hasilnya sudah bisa diprediksi bakal mengecewakan.
"Kami melakukannya secara telepon, dan itu sangat bagus. Sangat konyol jika Anda kudu terbang 18 jam setiap kali mau mengadakan pertemuan, hanya untuk menerima selembar kertas nan tidak Anda sukai apalagi sebelum Anda berangkat," kata Trump mengutip Al Jazeera.
4. AS Bekukan Rp 5,9 Triliun Aset Kripto Iran
Pemerintah AS secara resmi mengumumkan hukuman baru terhadap jaringan dompet mata duit mata uang digital nan mengenai dengan Iran dan membekukan aset digital senilai US$ 344 juta (Rp 5,93 triliun). Langkah ini bermaksud untuk memutus jalur pendanaan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) nan mendominasi aktivitas blockchain di Iran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa pihaknya bakal mengejar setiap pergerakan duit nan berupaya dilakukan Teheran ke luar negeri melalui jalur digital.
"Kami bakal mengikuti duit nan Teheran coba pindahkan secara putus asa ke luar negeri dan menargetkan semua jalur finansial nan mengenai dengan rezim tersebut," ujar Bessent melalui platform X mengutip Al Jazeera.
5. IAEA: Uranium Diperkaya Iran Masih Berada di Situs Isfahan
Kepala badan nuklir PBB (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa kebanyakan uranium nan diperkaya milik Iran kemungkinan besar tetap tersimpan di kompleks nuklir Isfahan. Lokasi ini merupakan salah satu titik nan sempat dibombardir serangan udara tahun lalu.
Grossi mengakui bahwa pihaknya belum bisa melakukan inspeksi langsung untuk memverifikasi segel IAEA di letak tersebut sejak perang meletus.
"Kami belum dapat memeriksa alias menolak apakah material tersebut tetap ada dan segel-segel IAEA tetap di sana. Apa nan saya sampaikan adalah perkiraan terbaik kami berasas gambaran satelit," ujar Grossi mengutip The Associated Press.
6. Menhan AS Pete Hegseth Didesak Mundur oleh Kongres
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menghadapi tekanan dahsyat dalam sidang dengar pendapat di Kongres. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Pat Ryan, mengkritik keras kepemimpinan Hegseth mengenai tewasnya enam tentara AS di Kuwait akibat serangan drone Iran.
Ryan menuduh militer tetap mengirim pasukan ke letak nan sudah diketahui tidak mempunyai pertahanan udara nan memadai dari serangan drone.
"Anda tetap mengirim prajurit kami ke sana meskipun mereka tidak siap menghadapi serangan drone. Anda meremehkan apa nan terjadi dan Anda semestinya mengundurkan diri," desak Ryan mengutip AFP.
7. Putin Telepon Trump
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Trump untuk membahas krisis nuklir Iran. Namun, dalam percakapan tersebut, Putin juga menyelipkan usulan mengenai bentrok di Ukraina.
Gencatan senjata tersebut diusulkan sebagai corak penghormatan terhadap hari berhistoris berakhirnya Perang Dunia II pada bulan depan.
"Presiden Putin mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina untuk menandai peringatan berakhirnya Perang Dunia II bulan depan dalam pembicaraan telepon dengan Trump," tulis keterangan dari pihak Kremlin mengutip Al Jazeera.
8. Mata Uang Iran Hancur ke Rekor Terendah
Mata duit Iran, rial, terperosok ke rekor terendah sepanjang sejarah dengan menembus nomor 1.810.000 rial per dolar AS pada Rabu (29/4/2026). Anjloknya nilai tukar ini dipicu oleh lonjakan permintaan kurs asing setelah berakhirnya fase pertempuran aktif.
Kondisi ini diperparah oleh blokade ekonomi Washington nan membikin Teheran semakin kesulitan mendapatkan mata duit keras melalui jalur ekspor.
"Nilai rial telah jatuh nyaris 15% dalam dua hari terakhir setelah sebelumnya stabil lantaran permintaan mata duit asing tersendat oleh kondisi perang dan libur Tahun Baru," tulis laporan instansi buletin ISNA mengutip Reuters.
9. Pejabat Federasi Sepak Bola Iran 'Diusir' dari Kanada
Tiga pejabat federasi sepak bola Iran dilaporkan batal menghadiri Kongres FIFA di Kanada. Hal ini dipicu oleh perlakuan petugas imigrasi di airport Toronto nan dianggap menghina lembaga militer Iran saat proses pemeriksaan.
Para pejabat tersebut, termasuk presiden federasi, memilih untuk langsung pulang menggunakan penerbangan berikutnya menuju Turki sebagai corak protes.
"Pejabat federasi sepak bola Iran kembali ke Turki dengan penerbangan pertama lantaran perilaku tidak layak petugas imigrasi di airport dan penghinaan terhadap salah satu organ terhormat Angkatan Bersenjata Iran," tulis laporan media lokal mengutip Al Jazeera.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·