9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan: 263.310 Jiwa Terdampak

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) sekarang berstatus siaga kekeringan dan tiga di antaranya berstatus tanggap darurat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sadimin mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan seiring terus meluasnya musibah kekeringan di wilayah itu.

"Ada sembilan kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan tiga kabupaten di antaranya telah meningkatkan status menjadi tanggap darurat," ujarnya mengutip Antara, Minggu (13/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, akibat sementara musibah kekeringan melanda sembilan kabupaten/kota, 66 kecamatan, 227 desa/kelurahan, serta 84.837 kepala family (KK) alias 263.310 jiwa.

Sementara jumlah air bersih nan didistribusikan sebanyak 3.382.300 liter oleh BPBD kabupaten/kota dan BPBD NTB.

"Seluruh wilayah NTB saat ini telah memasuki periode musim tandus nan dipicu oleh kejadian El Nino. Kondisi diperparah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) nan kian memanjang," terang Sadimin.

Untuk sebaran terparah terjadi di Kabupaten Lombok Timur dengan 92.999 jiwa penduduk terdampak di 41 desa, namun pengedaran air baru 40 ribu liter.

Sementara wilayah dengan status tanggap darurat, ialah Sumbawa Barat meliputi 3 kecamatan, 8 desa dengan penduduk terdampak sebanyak 1.690 KK/5.795 jiwa dan pengedaran air mencapai 1,35 juta liter.

Selanjutnya Kabupaten Sumbawa 13 kecamatan, 26 desa dengan penduduk terdampak sebanyak 10.703 KK/42.728 jiwa dan pengedaran air mencapai 640 ribu liter. Kabupaten Bima 14 kecamatan, 42 desa dengan penduduk terdampak sebanyak 9.222 KK/28.894 jiwa dan pengedaran air mencapai 320 ribu liter.

Untuk wilayah berstatus siaga darurat, antara lain Lombok Tengah 9 kecamatan, 48 desa dengan penduduk terdampak 11.232 KK/33.695 jiwa jumlah pengedaran air 460 ribu liter. Kabupaten Dompu 4 kecamatan, 10 desa dengan penduduk terdampak sebanyak 3.235 KK/8.940 jiwa dan pengedaran 340 ribu liter.

Lombok Utara 5 kecamatan, 18 desa dengan penduduk terdampak 5.315 KK/17.855 jiwa dan pengedaran 200 ribu liter. Lombok Barat 6 kecamatan, 21 desa, 7.474 KK/27,090 jiwa dan pengedaran air 32.300 liter. Kota Bima ada 4 kecamatan, 12 desa dengan penduduk terdampak sebanyak 1.129 KK/3.287 jiwa.

"Pada peta sebaran, nyaris seluruh Lombok (kecuali sebagian mini Lombok Tengah) dan sebagian besar Pulau Sumbawa bagian timur dan barat masuk dalam area merah alias Rencana Aksi Kekeringan," ungkapnya.

Terkait perihal itu, Sadimin mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih untuk mencegah krisis nan lebih parah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kejadian El Nino kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,74 derajat Celcius memicu curah hujan berada jauh di bawah normal hingga nyaris nihil di NTB.

"El Nino membikin musim tandus nan biasanya kering menjadi semakin kering. Potensi hujan nan biasanya sekali turun di musim tandus sekarang nyaris tidak terjadi sama sekali," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini.

(tim/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional