Moms, masa awal kehidupan anak sering disebut sebagai periode emas nan tak bakal terulang. Di fase inilah, perkembangan terjadi begitu cepat, apalagi tanpa kita sadari. Setiap sentuhan, kata, hingga permainan sederhana, rupanya punya peran besar dalam membentuk masa depan anak.
Sayangnya, tetap banyak orang tua nan belum sepenuhnya menyadari sungguh krusialnya fase ini. Padahal, dalam tiga tahun pertama, otak anak berkembang sangat pesat apalagi menjadi fondasi utama bagi keahlian belajar, emosi, hingga perilaku mereka di masa depan. Lalu, apa nan sebenarnya terjadi di masa ini, dan kenapa peran orang tua begitu penting?
Kenapa Stimulasi di Usia Dini Begitu Penting?
Mengutip laman UNICEF, faktanya sekitar 80% struktur otak anak sudah terbentuk sebelum usia 3 tahun. Artinya, periode ini menjadi waktu paling menentukan dalam tumbuh kembang si kecil. Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, otak anak apalagi bisa membentuk lebih dari satu juta hubungan saraf per detik. Proses ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman nan mereka terima setiap hari.
Agar tumbuh kembang anak optimal, ada beberapa kebutuhan utama nan kudu dipenuhi. Mulai dari jasa kesehatan dan nutrisi nan baik, perlindungan serta rasa aman, hingga kesempatan belajar sejak dini. Namun, nan tak kalah krusial adalah pengasuhan nan responsif dengan langkah hubungan sederhana, seperti:
1. Mengajak anak berbicara
2. Mengajak anak bermain bersama
3. Memberikan pelukan hangat
Hal ini rupanya berkedudukan besar dalam memperkuat hubungan otak mereka. Anak nan sering diajak berkomunikasi condong mempunyai keahlian bahasa dan sosial nan lebih baik.
Sebaliknya, kurangnya stimulasi bisa membikin perkembangan anak tidak maksimal. Bukan hanya soal kecerdasan, tapi juga keahlian mengelola emosi dan membangun hubungan dengan orang lain.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·