8 WNI Gabung Tentara Rusia, Dasco: Info Intel Awalnya Dijanjikan Jadi Satpam, Diimingi Gaji Besar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |12:57 WIB

 Info Intel Awalnya Dijanjikan Jadi Satpam, Diimingi Gaji Besar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad membenarkan ada delapan Warga Negara Indonesia (WNI) berasosiasi dengan tentara Rusia. Hal itu didapatkan dari info intelijen Indonesia.

Dasco berkata, para WNI itu direkrut negara pihak ketiga. Para WNI itu diberi info lowongan pekerjaan satuan pengamanan (satpam) hingga tenaga manajemen dengan penghasilan besar.

"Jadi kami mendapatkan info dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, nan kemudian membikin seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga manajemen nan diiming-imingi oleh penghasilan nan besar," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Lantas, kata Dasco, para WNI itu mendaftar lowongan tersebut. Namun, para WNI itu justru dipekerjakan sebagai tentara Rusia.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lampau kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu info nan kami dapat," katanya.

Dasco mengatakan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berbareng otoritas intelijen sudah melakukan antisipasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. "Dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," katanya.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina alias Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengungkap setidaknya delapan penduduk negara Indonesia (WNI) direkrut angkatan bersenjata Rusia untuk bertempur melawan Ukraina.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑