7 PLTS Siap Ditender ke Swasta, Siapa yang Minat?

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2026 |16:05 WIB

7 PLTS Siap Ditender ke Swasta, Siapa nan Minat?

Pemerintah bakal membuka tender pembangunan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) . (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Pemerintah bakal membuka tender pembangunan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan melibatkan perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Sejumlah proyek PLTS sedang disiapkan untuk ditawarkan melalui proses tender.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek PLTS bakal diberikan kepada IPP andaikan menawarkan nilai nan kompetitif. Namun, jika tidak ada IPP nan berkeinginan alias nilai nan ditawarkan tidak kompetitif, pemerintah bakal mengambil alih pembangunan melalui Danantara.

"Tim bakal lakukan tender. Ini didorong IPP. Kalau nilai kompetitif, dikasih IPP. Kalau tidak ada nan mau dan tidak kompetitif, diambil oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan nan efisien, efektif, dan terjangkau," kata Bahlil saat peresmian pembangunan PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Adapun sejumlah proyek PLTS nan telah siap mengikuti proses tender yakni:

1. PLTS Purwakarta dengan kapabilitas 69 MWp, menggunakan lahan Bank Tanah.
2. PLTS Jatiluhur dengan kapabilitas 1.688 MWp.
3. PLTS Cirata dengan kapabilitas 1.250 MWp.
4. PLTS Jatigede dengan kapabilitas 636 MWp.
5. PLTS Madura dengan kapabilitas 605 MWp.
6. PLTS Gilimanuk dengan kapabilitas 300 MWp.
7. PLTS Buleleng dengan kapabilitas 118 MWp.

Bahlil mengatakan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp menjadi salah satu program pemerintah nan disampaikan dalam pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Program tersebut diproyeksikan memerlukan total investasi sekitar USD73 miliar alias lebih dari Rp1.140 triliun.

Menurut Bahlil, pembangunan PLTS nan dipadukan dengan sistem penyimpanan daya baterai (Battery Energy Storage System/BESS) berpotensi menghasilkan efisiensi subsidi daya hingga Rp73,9 triliun per tahun dibandingkan penggunaan pembangkit berbahan bakar gas, uap, dan diesel.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com