7 Petaka Hantam Bumi 1 Bulan Ini, Gempa Hebat-Banjir Bandang-Krakatau

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia menghadapi rentetan musibah alam dalam sebulan terakhir. Mulai dari gempa bumi dahsyat, banjir bandang akibat runtuhnya gletser, kebakaran hutan, topan, hingga erupsi gunung berapi terjadi di beragam wilayah.

Mengutip laporan CNBC International, Selasa (8/9/2026), sejumlah musibah tersebut terjadi di tengah meningkatnya akibat cuaca ekstrem nan dikaitkan dengan Super El Niño. Fenomena tersebut dapat meningkatkan akibat beragam cuaca ekstrem, termasuk banjir, kekeringan, dan topan di sejumlah wilayah dunia.

Berikut sejumlah musibah besar nan terjadi dalam sebulan terakhir:


1.Gempa Dahsyat Guncang Kolombia

Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menjadi salah satu gempa terkuat nan melanda negara itu dalam beberapa dekade.

Wilayah penghasil kopi di Kolombia menjadi salah satu wilayah nan terdampak parah. Sejumlah gedung rusak dan sebagian lainnya runtuh.

Hingga pertengahan Agustus, pemerintah memperkirakan kerugian ekonomi akibat gempa mencapai US$9,57 miliar. Jumlah korban meninggal mencapai 289 orang, sementara 4.187 orang terluka dan 143 lainnya tetap dinyatakan hilang.

2.Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ribuan Orang

Bencana besar juga melanda Nepal setelah runtuhnya gletser di wilayah utara pada 26 Agustus. Runtuhan es dan batu memicu longsor serta mengalirkan air lelehan dalam jumlah besar ke lembah di bawahnya.

Gelombang air dan material kemudian berubah menjadi banjir bandang. Air kemudian menyapu permukiman Jalan, jembatan, akomodasi pembangkit listrik tenaga air, serta beragam prasarana lainnya mengalami kerusakan.

Menurut laporan, jumlah korban meninggal akibat musibah tersebut telah menembus 1.000 orang. Bencana juga berakibat hingga wilayah Tibet, China.

3.Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Indonesia

Indonesia juga menghadapi musibah alam nan berakibat luas terhadap aktivitas masyarakat. Gunung Anak Krakatau mulai mengalami erupsi terus-menerus pada 4 September 2026.

Aktivitas erupsi berjalan sekitar 25 jam dan mengganggu agenda penerbangan di sejumlah wilayah. Sejumlah airport mengalami penangguhan operasional dan ratusan penerbangan terdampak.

Gangguan juga terjadi di jalur penerbangan regional Asia Tenggara, termasuk di sekitar Jakarta. Selasa ini, erupsi juga terjadi kembali pada pagi hari.

4.Hawaii Bersiap Hadapi Badai Lowell

Di Amerika Serikat (AS), Hawaii bersiap menghadapi Badai Lowell. Sekolah dan instansi pemerintahan di sejumlah wilayah, termasuk Kauai dan Niihau, ditutup sebagai langkah antisipasi.

Badai tersebut diperkirakan membawa angin kencang hingga potensi tornado. Ada pula arus kembali laut nan berbahaya.

5.Kebakaran Hutan Melanda AS dan Kanada

Kebakaran rimba juga tetap menjadi masalah besar di Amerika Utara. Sejumlah wilayah AS dan Kanada mengalami kebakaran rimba dalam beberapa bulan terakhir.

Petugas pemadam kebakaran tetap berupaya mengendalikan api nan meluas. Pemerintah Kanada memperingatkan bahwa akibat kebakaran rimba pada September diperkirakan lebih tinggi dari normal di sebagian besar wilayah negara tersebut.

6.Topan Saudel Hantam China

China bagian tenggara juga menghadapi Topan Saudel. Ini membawa hujan deras selama beberapa hari.

Otoritas memperkirakan nyaris 600.000 orang dievakuasi dari wilayah nan berisiko tinggi terkena banjir di Provinsi Fujian. Sebanyak 128.000 orang lainnya di 53 wilayah di Provinsi Jiangxi juga terdampak.

7.Banjir Monsun Terjang Filipina

Filipina juga dilanda banjir akibat monsun barat daya, nan dikenal sebagai habagat. Hujan deras diperkirakan tetap berjalan hingga Kamis dan meningkatkan akibat banjir bandang serta tanah longsor.

Hingga 2 September, sedikitnya 39 orang meninggal bumi akibat musibah nan berangkaian dengan monsun tersebut. Laporan juga diberikan Manila Bulletin nan mengutip Kantor Pertahanan Sipil Filipina.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News