7 Jam Mencari Setitik Cahaya di Tengah Sumatra yang Gelap Gulita

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Insiden blackout alias mati listrik total nan melanda wilayah Sumatra membikin penduduk Kota Padang kelimpungan. Salah satu nan terdampak adalah Ragil (24), seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP).

Ia mengaku panik ketika listrik tiba-tiba padam selama lebih dari tujuh jam. Tidak hanya itu, jaringan internet juga ikut lumpuh sehingga penduduk kesulitan mencari air dan bahan bakar minyak (BBM).

Mahasiswa Jurusan Geografi Non Kependidikan nan tinggal di Jalan Elang Nomor 20, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara itu mengatakan, sebelum listrik padam sempat muncul tanda-tanda tidak biasa.

“Baru selesai salat, lagi ngerjain tugas di laptop. Sebelum meninggal itu lampu bilik sama lampu depan kedip-kedip dulu,” kata Ragil dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Saat listrik mati, dia mengaku bingung lantaran nyaris semua aktivitas berjuntai pada listrik, termasuk pompa air.

“Yang saya rasakan panik, bingung, sama pasrah. Pompa air mati, saya bingung kudu mandi gimana,” ujarnya.

Menurut dia, tak ada pemberitahuan sebelumnya soal pemadaman, baik itu dari petugas PLN, ketua RT, maupun media sosial.

Ragil kemudian mencari berita dari grup jurusannya. Namun, tak ada nan tahu penyebab padam listrik itu.

“Selang sejam baru ada info katanya gangguan di Muara Bungo Rumbai. Saluran transmisi Sumatra bagian Utara dan Tengah terganggu. Tapi sampai kapan normal, enggak tahu,” ujar dia.

Tak hanya listrik, jaringan internet juga ikut lumpuh. Ragil menyebut nyaris seluruh Kota Padang mengalami gangguan jaringan.

“Seluruh Kota Padang mengalami kematian jaringan. Kartu Tri nan biasanya kencang juga kena. Jadi kami bingung kudu dapat info dari siapa,” ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita