
Proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) diproyeksikan menelan anggaran hingga USD80–100 miliar. (foto: Okezone.com/PU)
JAKARTA – Proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) diproyeksikan menelan anggaran hingga USD80–100 miliar, dengan skema pembiayaan nan mengombinasikan APBN dan support penanammodal dalam maupun luar negeri. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan proyek strategis ini tengah memasuki tahap penyusunan master plan dan pendalaman kajian guna melindungi sekitar 17–20 juta masyarakat serta aset nasional berbobot ratusan miliar dolar dari ancaman banjir rob dan penurunan permukaan tanah.
Berikut fakta-fakta mengenai proyek Giant Sea Wall nan diminta Presiden Prabowo Subianto untuk dipercepat pembangunannya, Sabtu (28/2/2026):
1. Proyek Giant Sea Wall Didanai APBN dan Investor
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di area Pantura diproyeksikan menelan anggaran hingga USD 100 miliar. Beban anggaran direncanakan berasal dari APBN dan support investor, baik dalam maupun luar negeri.
“Secara keseluruhan sudah ada hitungannya sekitar 80 sampai 100 miliar (dolar AS). Kami sedang mendalaminya secara komprehensif, apa keuntungannya untuk Indonesia, agar tidak terlalu memberatkan pemerintah,” kata Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf.
Didit memastikan hingga saat ini belum ada investasi asing maupun dalam negeri nan masuk untuk proyek GSW. Meski begitu, pihaknya telah memetakan wilayah pesisir Pantura nan menjadi prioritas awal pembangunan tanggul laut raksasa.
2. Alasan Dibangunnya Giant Sea Wall
Pelaksanaan proyek GSW ditegaskan bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek, melainkan jangka panjang. Bahkan, tanggul laut raksasa tersebut ditargetkan dapat memperkuat hingga 300 tahun. Karena itu, seluruh proses pembangunan, termasuk skema pembiayaan, menjadi perhatian agar dijalankan secara hati-hati.
GSW di area Pantura direncanakan mencakup wilayah sepanjang 535 kilometer nan tersebar di lima provinsi, ialah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta meliputi lima kota dan 25 kabupaten.
Didit mencontohkan, GSW di pesisir Jakarta bakal dibagi menjadi dua bagian, ialah tanggul laut raksasa di sisi timur dan barat. Di antara keduanya bakal dibangun jembatan, serta waduk retensi nan berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.
Dalam proses pembangunan, BOPPJ nan disupervisi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menjalin sinergi dengan tenaga mahir dari kalangan universitas dan master lingkungan guna mengkaji akar persoalan pengikisan di pesisir.
3. Master Plan Giant Sea Wall
Saat ini, penyusunan master plan proyek tengah diproses. Dari kajian berbareng para ahli, proyek GSW bakal memasuki tahap penulisan naskah akademik sebagai landasan perencanaan, termasuk mematangkan eksekusi proyek secara simultan di area Pantura.
Peran mahir dari luar negeri juga dilibatkan dalam perencanaan proyek ini. Kematangan kajian akademik dinilai berkorelasi langsung dengan keberhasilan proyek ke depan.
“Bukan hanya 17 sampai 20 juta jiwa masyarakat nan kudu kami lindungi, tetapi juga seluruh aset nasional di Pantura Jawa nan nilainya kurang lebih mencapai 368 miliar dolar,” kata Didit.
4. Tanggulangi Banjir Rob hingga Penurunan Permukaan Tanah
BOPPJ menekankan penyusunan master plan dilakukan sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek penanggulangan penurunan permukaan tanah dan banjir rob segera direalisasikan.
Didit menjelaskan, GSW menjadi pengganti solusi untuk mengatasi beragam persoalan pesisir, seperti banjir rob, degradasi lingkungan, penurunan muka tanah, hingga banjir akibat tersendatnya aliran air lantaran tidak adanya wilayah penampung seperti embung alias bendungan.
Ia menambahkan, proyek tanggul laut raksasa ini merujuk pada praktik baik sejumlah negara.
“Pelaksanaannya bakal kami lakukan berbareng para ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Contohnya Belanda, nan sudah lebih dari 135 tahun membangun dam dan hidup di bawah permukaan laut sekitar 5 hingga 11 meter,” ujarnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·