7 Fakta Beras Fortifikasi Palsu, Harga Rp13.000 Dijual Rp57.000

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

7 Fakta Beras Fortifikasi Palsu, Harga Rp13.000 Dijual Rp57.000

Ilustrasi Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerisan  Pertanian (Kementan) membongkar dugaan manipulasi peredaran beras skala nasional nan diklaim sebagai beras bervitamin alias fortifikasi. Praktik beras oplosan ini ditaksir menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun, menyusul temuan uji laboratorium independen terhadap 25 merek beras nan terbukti berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Berikut fakta-fakta beras fortifikasi tiruan nan dirangkum Okezone, Sabtu (19/9/2026).

1. Mentan Temukan Manipulasi Pangan

Mentan Amran Sulaiman menekankan temuan manipulasi pangan berskala masif kembali dibongkar pemerintah setelah mendapati pergeseran modus kejahatan pada komoditas beras kebutuhan pokok. Hasil uji laboratorium independen mengonfirmasi bahwa produk nan dipasarkan sebagai beras bervitamin dengan nilai selangit tersebut rupanya tidak memenuhi kandungan nutrisi semestinya.

"Setelah kita uji di empat laboratorium kredibel, beras fortifikasi ini terbukti tidak sesuai dengan labelnya sehingga menimbulkan dugaan penipuan dengan nilai kerugian konsumen ditaksir mencapai Rp89 triliun," kata Amran dalam konvensi pers di instansi Kementan, Jakarta.

2. Ada 25 Merk Beras

Amran menjelaskan, sekitar 90 persen sampel beras fortifikasi nan beredar di pasaran tidak memenuhi standar baku mutu pangan. 

Dari hasil uji laboratorium tersebut, Kementan mengumumkan 25 merek beras berstatus TMS nan ditampilkan melalui inisial, ialah WFO, WFR, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, dan TAR.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑