Disdik DKI Jakarta mencabut KJP 60 siswa nan terlibat tawuran sejak 2025.(Dok. Disdik Pemprov DKI Jakarta)
DINAS Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap pelajar nan terlibat tindakan tawuran. Sebanyak 60 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) telah dicabut bantuannya sejak tahun 2025 hingga saat ini sebagai corak hukuman sekaligus pembinaan.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa pencabutan KJP tersebut bukan semata-mata balasan meninggal bagi masa depan siswa. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan pendidikan agar memberikan pengaruh jera sekaligus pertimbangan bagi peserta didik.
“Dikeluarkan bukan berfaedah dia kelak jadi kudu putus sekolah. Itu concern kita. Ini sebagai sebuah pembinaan,” ujar Nahdiana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5).
Nahdiana menjelaskan, meskipun support sosial pendidikannya dihentikan, para siswa tersebut wajib tetap mendapatkan akses pendidikan. Disdik DKI Jakarta bakal terus memantau keberlanjutan studi mereka, baik melalui jalur sekolah umum maupun non-formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pihaknya juga membuka kemungkinan untuk mengalihkan pola pendidikan siswa nan berkepentingan sesuai dengan karakter dan minat mereka. Hal ini dilakukan agar siswa tetap berada dalam ekosistem pendidikan nan tepat.
“Ada anak nan mungkin tidak cocok di sekolah tertentu. Bisa saja passion-nya lebih dominan di vokasional alias pendidikan non-formal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Nahdiana menekankan bahwa semangat utama dari kebijakan ini adalah pembelajaran, bukan sekadar penghukuman (punishment). Ia menyatakan bahwa nilai inti dari pendidikan adalah mendidik karakter siswa agar menjadi lebih baik di masa depan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menggencarkan program pengembalian anak putus sekolah. Bagi pelajar nan KJP-nya dicabut, mereka diarahkan untuk tetap mengejar piagam melalui PKBM alias mengikuti training keahlian agar tetap mempunyai masa depan nan layak.
“Yang sedang di luar sekolah saja sekarang sedang kita kembalikan ke sekolah,” pungkas Nahdiana. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·