Kenali tanda peradangan kronis seperti gusi berdarah hingga mudah marah, serta langkah mengatasinya.(Dok. Magnific)
PERADANGAN kronis sering kali menjadi "pembunuh senyap" nan memicu beragam penyakit serius, mulai dari kerusakan sel hingga kanker. Berbeda dengan peradangan akut nan berfaedah sebagai sistem pertahanan tubuh jangka pendek, peradangan kronis dapat memperkuat selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa disadari.
Profesor Clare Bryant dari Universitas Cambridge menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rentan terhadap ketidakseimbangan. Namun, berita baiknya, perubahan gaya hidup dapat menekan peradangan ini hanya dalam waktu dua bulan.
Berikut adalah enam tanda mengejutkan peradangan kronis dan langkah untuk mengalahkannya:
1. Mudah Marah dan Argumentatif
Penelitian dari Universitas Birmingham menunjukkan adanya hubungan dua arah antara suasana hati nan jelek dan peradangan. Molekul inflamasi dalam darah dapat mengaktifkan respons stres di otak, membikin seseorang lebih mudah meledak. Sebaliknya, stres kronis meningkatkan hormon kortisol nan memicu peradangan.
Solusi: Tingkatkan sosialisasi dengan orang-orang nan menyenangkan alias lakukan sesi psikoterapi untuk memutus lingkaran setan stres-inflamasi.
2. Gusi Berdarah
Gusi berdarah adalah parameter utama peradangan aktif. Jika dibiarkan, peradangan lokal ini dapat menyebar secara sistemik dan meningkatkan akibat penyakit seperti rheumatoid arthritis hingga penurunan kognitif.
Solusi: Gunakan sikat gigi elektrik dan lakukan flossing setiap hari untuk mencegah penumpukan plak.
3. Kenaikan Berat Badan Tiba-tiba
Molekul inflamasi dapat mengganggu hormon pengatur lapar seperti insulin dan leptin. Hal ini memicu rasa lapar berlebih dan meningkatkan penyimpanan lemak tubuh.
Solusi: Lakukan jalan sigap alias jogging selama 20 menit setiap hari. Aktivitas bentuk memicu produksi sel T pengatur nan berkarakter anti-inflamasi.
4. Mata dan Mulut Kering
Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan autoimun seperti sindrom Sjögren, di mana sistem kekebalan tubuh nan terlalu aktif menyerang kelenjar penghasil kelembapan.
Solusi: Konsumsi suplemen kurkumin (kunyit) nan dikombinasikan dengan piperin (lada hitam) untuk menghalang jalur peradangan dalam sel.
5. Kulit Menjadi Transparan
Peradangan kronis dapat mendegradasi kolagen dan elastin, protein nan menjaga kekencangan kulit. Akibatnya, kulit menipis dan pembuluh darah menjadi lebih terlihat.
Solusi: Terapkan diet Mediterania nan kaya bakal minyak oliva extra virgin. Kandungan masam oleat dan oleocanthal di dalamnya efektif menekan peradangan.
6. Nyeri Otot dan Sendi
Rasa nyeri nan muncul saat bangun pagi sering kali disebabkan oleh konsentrasi protein inflamasi pada jaringan otot dan persendian.
Solusi: Pastikan tidur selama 7-9 jam secara konsisten. Mengonsumsi buah kiwi alias ceri sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas rehat dan memulihkan kegunaan sel kekebalan tubuh. (Telegraph/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·