Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak enam orang ditemukan tewas di dalam sebuah gerbong kereta peralatan di wilayah selatan negara bagian Texas, dekat perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko, Minggu (10/5/2026) waktu setempat. Menurut laporan media AS, mayat-mayat tersebut ditemukan di sebuah depo kereta api di kota Laredo oleh seorang tenaga kerja perusahaan kereta peralatan Union Pacific.
Departemen Kepolisian Laredo mengatakan pihaknya tetap menyelidiki penyebab kematian para korban. Hingga sekarang identitas para korban belum diumumkan ke publik.
"Ini adalah peristiwa nan sangat disayangkan... terlalu banyak nyawa nan hilang," ujar petugas info publik kepolisian, Jose Espinoza, seperti dikutip AFP, Senin (11/5/2026).
Insiden ini terjadi saat suhu di wilayah tempat kereta berakhir mencapai sekitar 90 derajat Fahrenheit alias sekitar 32 derajat Celcius. Kondisi panas ekstrem diduga menjadi salah satu aspek nan diperiksa dalam investigasi.
Kasus kematian migran di Texas akibat terjebak dalam perangkat transportasi bukan pertama kali terjadi. Pada 2023, dua migran dilaporkan meninggal setelah ditemukan terjebak di dalam kereta di Texas.
Sementara pada 2022, sebanyak 53 migran tewas setelah ditinggalkan di dalam sebuah truk gandeng dalam kondisi panas menyengat di jalan terpencil di Texas. Tragedi tersebut sempat menjadi salah satu kejadian penyelundupan manusia paling mematikan di perbatasan AS-Meksiko.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·