Kemendikdasmen resmi melepas 50 pembimbing sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengikuti Program Magang Luar Negeri di Jerman selama tiga bulan.(Dok Kemendikdasmen)
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi melepas 50 pembimbing sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengikuti Program Magang Luar Negeri di Jerman selama tiga bulan. Program ini bermaksud agar para pendidik dapat menyerap perkembangan teknologi, budaya kerja industri, dan sistem pendidikan vokasi dunia untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Dalam penyelenggaraan program tahun ini, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta menggandeng mitra strategis ialah Technische Universität Dresden (TU Dresden) dan Festo sebagai representasi bumi industri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya trickle down effect dari program ini. Ia berambisi pengetahuan nan didapat tidak hanya berakhir pada perseorangan peserta, tetapi juga ditransformasikan kepada guru-guru SMK lain di tanah air.
"Setelah memperoleh pengalaman dan skill selama tiga bulan, ada proses Bapak dan Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya pada guru-guru SMK nan lain, sehingga dapat terjadi peningkatan mutu nan melangkah seiring dengan pengalaman magang di Jerman," ujar Abdul Mu'ti saat melepas peserta di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (1/9).
Jembatan Pendidikan dan Dunia Kerja
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa pengalaman internasional ini merupakan langkah krusial untuk mendekatkan kurikulum sekolah dengan kebutuhan nyata bumi kerja. Selain peningkatan kompetensi teknis, program ini membuka kesempatan bagi SMK untuk membangun jejaring dengan industri global, termasuk perusahaan Jerman nan beraksi di Indonesia.
Dari sisi industri, perwakilan Festo, Safri Susanto, menjelaskan bahwa para pembimbing bakal mendalami bagian otomasi industri dan mekatronika. Kolaborasi nan telah terjalin sejak 2015 ini kembali diperkuat untuk memastikan tenaga pendidik Indonesia memahami standar manufaktur modern.
Fokus Utama Program Magang Guru SMK 2026:
- Penguasaan teknologi kontrol otomasi dan mekatronika terbaru.
- Adaptasi budaya kerja industri manufaktur global.
- Penyusunan strategi kerja sama antara sekolah dan perusahaan (link and match).
- Diseminasi praktik baik kepada rekan sejawat di wilayah asal.
Optimisme Guru Peserta
Antusiasme tinggi datang dari para peserta, salah satunya Lingganu Rahman, Guru Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 1 Cilegon. Ia berkeinginan membawa pulang pengetahuan teknologi kontrol otomasi untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat global.
"Saya bakal mendiseminasikan praktik-praktik baik nan saya pelajari di sana kepada rekan-rekan sejawat, baik di lingkungan internal maupun eksternal," tegas Lingganu.
Senada dengan itu, Guru SMK Negeri 1 Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, Astri Damayanti, menyoroti pentingnya mempelajari langkah membangun hubungan erat dengan industri. Menurutnya, kesiapan lulusan tidak hanya diukur dari keahlian teknis, tetapi juga kesesuaian kompetensi dengan standar internasional.
Melalui program ini, pemerintah berambisi lulusan SMK Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri, tetapi bisa bersaing dan beradaptasi dengan standar kerja dunia nan terus berkembang. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·