5 Faktor Kunci Arsenal Akhirnya Juara Liga Premier Inggris 2025/2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
5 Faktor Kunci Arsenal Akhirnya Juara Liga Premier Inggris 2025/2026 Arsenal sukses menjuarai Liga Primer Inggris 2025/2026 setelah penantian 22 tahun. Konsistensi David Raya hingga kekuatan bola meninggal menjadi aspek utama keberhasilan The Gunners.(Arsenal)

ARSENAL akhirnya memastikan diri menjadi juara Liga Primer Inggris 2025/2026 setelah penantian selama 22 tahun. Kepastian itu didapat usai Manchester City hanya bermain seri 1-1 melawan Bournemouth, Rabu (20/5).

Tim didikan Mikel Arteta sukses mengungguli persaingan dengan City dan mengunci gelar dengan menyisakan satu laga. Setelah tiga musim berturut-turut menjadi runner-up, The Gunners sekarang kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.

5 Faktor Kemenangan Arsenal

Berikut lima aspek utama keberhasilan Arsenal merebut gelar Liga Primer musim ini:

David Raya Konsisten di Bawah Mistar Gawang 

David Raya kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Primer. Kiper asal Spanyol itu meraih penghargaan Golden Glove untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah mencatat clean sheet terbanyak musim ini.

Raya tampil konsisten sepanjang musim dan tidak pernah tidakhadir di liga. Ia menjadi penentu kemenangan Arsenal dalam sejumlah laga penting, termasuk kemenangan 1-0 atas Manchester United dan West Ham.

Pada laga melawan West Ham awal bulan ini, Raya menjadi pusat perhatian setelah VAR memutuskan dirinya dilanggar sehingga gol penyeimbang musuh di masa injury time dianulir. Sebelum momen tersebut, dia juga melakukan pengamanan krusial untuk menggagalkan kesempatan Mateus Fernandes.

"David Raya, bagi saya, kudu menjadi pemain terbaik musim ini," kata mantan kapten Arsenal Patrick Vieira kepada Sky Sports.

"Saya pikir dia luar biasa dari pertandingan pertama hingga akhir musim, saya pikir dia betul-betul mengesankan."

Raja Bola Mati

Arsenal tampil sangat mematikan lewat situasi bola meninggal sepanjang musim ini. Lebih dari 40% gol mereka di Liga Primer berasal dari skema tersebut. Sebanyak 28 gol lahir dari bola meninggal dan 18 di antaranya berasal dari sepak pojok. Catatan itu menjadi rekor baru dalam satu musim Liga Primer.

Meski sempat mendapat hinaan sebagai "Set Piece FC", Arsenal justru menjadikan bola meninggal sebagai salah satu kekuatan utama mereka. Pelatih ahli Nicolas Jover dinilai sukses merancang beragam ragam serangan nan efektif.

Dukungan kecermatan umpan Bukayo Saka dan Declan Rice, ditambah kelebihan duel udara para pemain Arsenal, membikin musuh kesulitan menghentikan ancaman mereka.

Kegemilangan Declan Rice

Declan Rice menjadi figur krusial di kembali keberhasilan Arsenal musim ini. Gelandang tim nasional Inggris itu memang kandas memenangi penghargaan pemain terbaik jenis wartawan sepak bola, tetapi kontribusinya dinilai sangat besar bagi tim.

Rice telah bermain lebih dari 4.000 menit di semua kejuaraan musim ini. Arsenal sebelumnya mengeluarkan lebih dari 100 juta pound sterling untuk memboyongnya dan keputusan tersebut terbukti tepat.

Pemain berumur 27 tahun itu mencatat empat gol dan lima assist di Liga Primer. Selain kontribusi menyerang, kerja kerasnya dalam membantu pertahanan menjadi aspek krusial nan membikin Arsenal mempunyai lini belakang terbaik di kompetisi.

Kedalaman Skuad nan Kuat

Arsenal juga dinilai bisa belajar dari pengalaman musim lampau ketika angin besar cedera menggagalkan kesempatan mereka bersaing hingga akhir musim.

Musim ini sejumlah pemain krusial seperti Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes, Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Jurrien Timber sempat mengalami cedera. Namun, Arsenal bisa tetap konsisten berkah kedalaman skuad nan lebih baik.

Pemain-pemain anyar seperti Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Piero Hincapie, dan Cristhian Mosquera memberikan kontribusi krusial sepanjang musim.

Selain membawa Arsenal menjuarai Liga Primer, kedalaman skuad tersebut juga mengantar mereka melaju hingga mendekati gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Rival nan Tergelincir

Keberhasilan Arsenal musim ini juga tidak lepas dari menurunnya performa para pesaing utama mereka.

Arsenal sebenarnya pernah mengumpulkan poin lebih banyak dua musim lalu, tetapi kandas juara lantaran kalah bersaing dengan Manchester City. Dalam beberapa musim terakhir, City dan Liverpool kerap memenangi liga dengan raihan lebih dari 90 poin.

Namun musim ini, Arsenal cukup mengunci gelar dengan 82 poin. City dinilai kehilangan konsistensi nan selama ini menjadi karakter unik tim didikan Pep Guardiola.

Sementara itu, Liverpool kandas mempertahankan performa terbaik mereka. Manchester United juga kudu puas finis di posisi ketiga setelah sempat memecat Ruben Amorim di tengah musim. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia