Taufik Fajar
, Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |09:01 WIB

Fakta IHSG Anjlok (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026. IHSG ambruk 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai koreksi tajam IHSG menunjukkan pasar sedang menghadapi krisis kepercayaan nan cukup serius.
"Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan nan cukup serius,” kata Hendra di Jakarta.
Berikut fakta-fakta IHSG ambruk ke level 5.000 nan dirangkum Okezone, Sabtu (6/6/2026).
1. Sejumlah Faktor
Domestik Menurut dia, pelemahan pasar saham tidak hanya dipengaruhi sentimen eksternal, namun juga diperparah oleh sejumlah aspek domestik.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar biaya asing nan menjadi aspek nan mendorong penanammodal mengurangi investasinya pada aset berisiko di Indonesia.
2. Fundamental Pasar
Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan esensial pasar tetap dalam kondisi baik di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 1,7 persen alias 101 poin ke level 5.839.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·