5 Fakta Bang Jago Jagakarsa Jadi Tersangka, Ternyata Positif Narkoba

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Kasus pengendara Kawasaki Ninja di Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), Fredik Risya Samuel (FRS) (37) memukul pemotor lainnya lantaran tak terima ditegur berbuntut panjang. 'Bang Jago' si pemotor Ninja itu pun kudu mendekam di penjara.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Sabtu (4/7), pukul 11.30 WIB. Mulanya, korban Abdul Aziz merasakan sepeda motornya ditabrak oleh pelaku beberapa kali. Korban kemudian menegur pelaku. Namun pelaku tak terima hingga akhirnya memukuli korban beberapa kali.

"Awalnya pelaku melakukan perbuatannya dengan langkah memukul korban menggunakan (tangan) kosong mengepal beberapa kali ke arah mengenai bagian rahang sebelah kiri," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Senin (6/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut kebenaran seputar kasus 'bang jago' pengendara Ninja ini:

1. Jadi Tersangka

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap 'bang jago' ini. Ia ditangkap tanpa perlawanan.

"Pelaku diamankan di jalan raya depan Masjid Al-Wiqoyah oleh personil nan saat itu sedang melakukan observasi kewilayahan dan dibawa ke Polsek Jagakarsa," kata Nurma.

Bang Jago pelaku pemukulan pemotor di Jagakarsa, Jaksel, ditangkap, Minggu (5/7/2026).Bang Jago pelaku pemukulan pemotor di Jagakarsa, Jaksel, ditangkap, Minggu (5/7/2026). (Dok.Istimewa)

Video saat FRS ditangkap ramai beredar di media sosial (medsos). FRS ditangkap sekitar pukul 21.00 WIB saat hendak mencari makan.

FRS tak lagi terlihat garang ketika ditangkap sejumlah polisi. Saat ditangkap, FRS mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja berwarna hijau.

"Sudah (ditetapkan sebagai) tersangka," imbuh Nurma.

Tersangka saat ini telah ditahan di instansi polisi untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan.

2. Positif Sabu

Polisi mengecek urine FRS. Hasilnya, FRS positif menggunakan sabu.

"Betul. Jadi untuk tes urine kita sudah lakukan, dia positif memakai narkoba. Jenis sabu," jelas Nurma.

Polisi saat ini tengah melakukan pengembangan mengenai di mana FRS membeli sabu tersebut. Nurma menyebut polisi bakal meminta keterangan dari sejumlah pihak.

"Betul. Jadi ini lagi pengembangan, kita lagi membawa untuk pengembangan. nan katanya dia beli di mana, dan kita juga melakukan pengembangan," katanya.

"Jadi keluarganya dan di mana tempatnya dan siapapun nan ikut kita pasti mintain keterangan," imbuhnya.

Polisi menangkap pemotor Kawasaki Ninja berinisial FRS (37) memukul pemotor lainnya di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. FRS ditangkap tanpa perlawanan. (dok Ist/repro)FRS ditangkap tanpa perlawanan. (dok Ist/repro)

3. Motif Nyeleneh

Saat diperiksa polisi, FRS mengungkap alasannya memukul korban. FRS berkilah melakukan aksinya lantaran mendapatkan bisikan.

"Motifnya adalah dia cuman pengin memukul. Ya, jadi katanya ada bisikan dia pengin memukul seseorang aja di jalan itu," ucap Nurma.

Nurma mengatakan pelaku mengaku tidak mempunyai argumen jelas mengenai argumen memukul korban. Dia menyebut pelaku hanya memandang korban lampau kemudian langsung memukul dari belakang.

Polisi berencana untuk mengecek psikologis FRS. Pelaku saat ini terus diperiksa intensif oleh penyidik. "Makanya ini kita mau ngecek (riwayat gangguan kejiwaan). Sementara ini tetap kita mintain keterangan," imbuhnya.

4. Kena Tilang

Polisi juga bakal menilang FRS. Pasalnya, dia rupanya tak memakai helm saat berkendara.

"Jadi kita tadi udah koordinasi dengan Kanit Lantas Jagakarsa untuk melakukan penilangan. nan jelas tidak pakai helm, ya kan? Dengan alat-alat surat-suratnya juga kita kudu jelas itu dari kendaraan nan dipakai," kata Nurma.

FRS juga mengaku pemilik original dari motor nan dipakai. Diketahui, motor nan dia gunakan saat memukul korban adalah Kawasaki Ninja. "Motornya pengakuannya punya dia," ujarnya.

5. Bang Jago Minta Maaf, Korban Trauma

FRS nan memukul meminta maaf kepada korbannya, Abdul Aziz. Hal tersebut dilakukan Fredik saat dipertemukan dengan Abdul Aziz di Polsek Jagakarsa.

"Pak, saya minta maaf atas kesalahan saya, atas kekhilafan saya, atas pemukulan kejadian kemarin," kata Fredik.
Abdul Aziz kemudian menerima permintaan maaf itu. Namun, korban merasa trauma dan takut saat pulang malam imbas kejadian itu.

"Kalau buat secara pribadi sih, saya terima. Cuma, dari sisi lain, saya, terkena trauma Pak. Gara-gara perlakuan Anda, saya jalan jadi takut, jika sendirian. Apalagi saya pulang malam jika kerja," kata korban.

Fredik kemudian bersalaman dengan korban dan berjanji tidak mengulangi lagi. Abdul Aziz kemudian berambisi Fredik tak mengulangi perbuatannya.

"Pokoknya saya minta maaf Bang sekali lagi Bang. Saya nggak ulangi lagi," kata Fredik.

"Semoga, ya," jawab korban.

(isa/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News