5 Fakta APBN Tekor Rp319 Triliun hingga Utang Baru Nyaris Rp500 Triliun

Sedang Trending 5 hari yang lalu

5 Fakta APBN Tekor Rp319 Triliun hingga Utang Baru Nyaris Rp500 Triliun

5 Fakta APBN Tekor Rp319 Triliun hingga Utang Baru Nyaris Rp500 Triliun (Foto: Suahasil/Kemenkeu)

JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp319 triliun hingga akhir September 2026. Defisit APBN ini setara 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara buka bunyi soal defisit APBN nan diklaim tetap on the track. Menurutnya, APBN sejak awal memang didesain defisit.

"Defisit saat ini 1,2 persen dari PDB. Jadi, ini on track," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konvensi APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Di sisi lain, pemerintah juga menarik utang baru sebesar Rp494,3 triliun hingga September 2026. Nilai ini setara 59,4 persen dari sasaran nan dipatok dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp832,2 triliun.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta defisit APBN Rp319 triliun per September hingga penarikan utang baru nyaris Rp500 triliun, Jakarta, Senin (12/10/2026).

1. Defisit APBN Rp319 Triliun

Suahasil buka-bukaan soal defisit APBN sebesar Rp319 triliun alias setara 1,24 persen PDB hingga akhir September 2026. Suahasil menegaskan posisi defisit tersebut dirancang untuk menopang daya beli dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui ekspansi shopping negara.

“Artinya kita kreasi agar shopping negara bisa lebih tinggi dari apa nan kita kumpulkan dari masyarakat pendapatan negara," kata Suahasil.

Dia menambahkan, pihaknya bakal terus menjaga APBN agar tetap andal namun bisa mendorong pertumbuhan dan melindungi masyarakat.

"Angka-angkanya kita jaga, sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN nan mengumpulkan duit dari rakyat, namun juga belanjanya kembali lagi kepada masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pencapaian tiga perempat tahun anggaran dinilai bergerak berada pada jalur nan tepat (on track). Pendapatan negara nan terhimpun sebesar Rp2.341,5 triliun maupun penyerapan shopping nan menembus Rp2.660,5 triliun terus berada dalam tren positif.

Kemenkeu memproyeksikan laju penyerapan shopping negara bakal mengalami percepatan lebih lanjut pada kuartal IV-2026, khususnya memasuki bulan November dan Desember, guna memastikan seluruh program pembangunan terlaksana secara optimal.

2. APBN Dirancang Defisit

Suahasil Nazara memaparkan keahlian APBN hingga penutupan September 2026 dengan realisasi pendapatan negara hingga akhir September 2026 telah terakumulasi sebesar Rp2.341,5 triliun.

Capaian tersebut setara 74,2 persen dari sasaran APBN alias mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 25,5 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, pos shopping negara telah terealisasi sebesar Rp2.660,5 triliun, alias 69,2 persen dari total pagu anggaran, serta tumbuh 19 persen secara tahunan. Dengan kondisi tersebut, posisi defisit anggaran tercatat berada di level 1,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kita menuju penyelenggaraan APBN nan memang dari awal sejak ditetapkan didesain untuk defisit,” kata Suahasil.

Suahasil menjelaskan bahwa pergerakan defisit anggaran menunjukkan tren kenaikan nan terkendali seiring dengan percepatan penyerapan shopping pemerintah. Sebagai pembanding, posisi defisit APBN pada bulan sebelumnya tetap berada di nomor 0,9 persen terhadap PDB.

“Nanti kita bakal menuju kepada defisit di akhir tahun 2,8 persen. Ini adalah perjalanan APBN,” tegas Suahasil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑