Yogyakarta, CNBC Indonesia - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam perihal ini dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) alias gas alam terkompresi sebagai bahan bakar operasional. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak upaya PT Gagas Energi Indonesia (PGN) gagas mencatat, setidaknya sudah ada 46 SPPG nan menggunakan CNG.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan mengatakan, sejatinya pihaknya sudah melakukan sosialisasi terbuka secara online kepada seluruh SPPG-SPPG se Indonesia. "Kami sosialisasi gimana penggunaan CNG untuk SPPG. Sudah pernah kami lakukan secara online kepada seluruh SPPG nan ada di Indonesia," terang Santiaji ditemui di Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).
Nah, untuk saat ini dia mencatat pemakaian CNG di SPPG sudah sebanyak 46 SPPG nan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. "di Batam juga ada, ya. Jadi alhamdulillah sudah banyak lah," ungkap Santiaji.
Ia menjabarkan, untuk saat ini, pengembangan CNG mempunyai keterbatasan, ialah pengembangan Gas Station alias Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sebagai pengisian alias penerima CNG dari hulu. Adapun sekarang, SPBG sudah tersedia di Jawa, Sumatra dan Kalimantan.
"Itulah nan menyebabkan CNG bisa belum bisa merata ke seluruh wilayah Indonesia. Terbatas Jawa, Sumatra, Kalimantan, sama Bali lah. Makanya jika memang CNG komitmen beriktikad ya, jika bisa di beberapa wilayah kudu ada SPBG-SPBG nan untuk bisa menciptakan CNG," tegas Santiaji.
Berdasarkan info pengembangan CNG Point to Point Jawa Tengah Bagian Selatan, PGN Gagas saat ini mencatat 20 pengguna dengan total volume penyaluran sekitar 74.000 meter kubik per bulan. Wilayah jasa mencakup sejumlah letak di Sukoharjo, Yogyakarta, dan Magelang.
Yogyakarta menjadi salah satu pasar paling krusial dalam pengembangan upaya CNG Gagas. Dari daftar pelanggan, Bakpia Tugu Jogja tercatat sebagai pengguna dengan kebutuhan volume terbesar, mencapai sekitar 50.000 m³. Selain itu, Payakumbuh Jogja menyerap sekitar 2.000 m³, dan Platinum Hotel sekitar 1.500 m³.
Di Sukoharjo, pengguna nan tercatat antara lain Bening Big Tree dengan kebutuhan sekitar 3.000 m³, 12 titik Stasiun Pengisian dan Pemindahan Gas (SPPG) dengan total kebutuhan sekitar 12.000 m³, serta Aston Hotel Solo sekitar 1.500 m³. Sementara di Magelang, jasa CNG digunakan oleh dua titik SPPG dengan volume sekitar 2.000 m³ dan PGN Balkondes sekitar 2.000 m³.
Berdasarkan info prasarana klasterisasi CNG Jargas Sleman, jaringan tersebut telah didukung 1 unit Pressure Regulating Station (PRS), pipa DTM berdiameter 180 mm dan 90 mm sepanjang 15,9 kilometer, serta 5 unit Regulating Station (RS).
Sementara itu, jaringan pipa DTR berdiameter 63 mm mencapai 125,5 kilometer. Jika digabungkan, panjang jaringan nan tercatat dalam sistem tersebut mencapai sekitar 141,4 kilometer.
Dari sisi pelanggan, jaringan gas tersebut telah melayani 4.545 pengguna rumah tangga (SRT), 6 pengguna mini (PK), serta 4 pengguna komersial/industri (KI). Dengan demikian, terdapat 4.555 pengguna nan tercatat dalam jaringan tersebut.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·