40 Orang Tewas Tenggelam di Prancis Karena Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
40 Orang Tewas Tenggelam di Prancis Karena Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa Pemandangan pembangkit listrik tenaga nuklir Golfech nan telah berakhir beraksi di Prancis barat daya setelah penutupannya pada malam 22 Juni, lantaran "kendala lingkungan" mengenai dengan gelombang panas nan sedang berlangsung, di Golfech pada 23 Juni 2(AFP)

GELOMBANG panas ekstrem nan mencapai puncaknya di sejumlah negara Eropa telah menelan korban jiwa. Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, mengonfirmasi 40 orang tewas tenggelam akibat kejadian mengenai gelombang panas sejak Kamis pekan lalu, seiring rekor suhu tertinggi nan melanda kota-kota besar.

Banyaknya korban jiwa disebabkan penduduk nan nekat berenang untuk menyegarkan diri di area berbahaya. Menteri Olahraga dan Pemuda Prancis, Marina Ferrari, mengingatkan masyarakat melalui siaran radio setempat.

"Berenang di area nan tidak diawasi selama gelombang panas bukanlah sesuatu nan bisa disepelekan," tegas Ferrari.

Di antara korban tewas terdapat seorang anak wanita berumur 13 tahun nan tenggelam di Sungai Seine, serta dua balita nan ditemukan meninggal di dalam mobil nan diparkir di kota Carpentras. Kasus serupa juga terjadi di Jerman, di mana Asosiasi Penyelamat Nyawa Jerman (DLRG) melaporkan enam kejadian berenang fatal akibat penduduk nan melebih-lebihkan keahlian bentuk mereka di dalam air.

Fasilitas Publik dan Transportasi Lumpuh

Prancis mencatat hari Juni terpanas sepanjang sejarah pada hari Selasa dengan suhu rata-rata mencapai 29,8°C. Lebih dari separuh wilayah Prancis sekarang berstatus siaga merah.

Dampak cuaca ekstrem ini membikin ikon wisata dunia, Menara Eiffel dan Museum Louvre, terpasang menutup operasional lebih awal demi keselamatan pengunjung. Layanan transportasi publik pun terganggu. Presiden wilayah Île-de-France, Valérie Pécresse, mengimbau penduduk untuk bekerja dari rumah.

"Jalur kereta api tidak dapat menahan suhu di atas 50°C. Jadi, kita bakal menghadapi banyak gangguan pada transportasi umum," ujar Pécresse.

Bahkan, sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di barat daya Prancis terpaksa ditutup pada Senin malam. Hal ini lantaran suhu air Sungai Garonne, nan digunakan untuk mendinginkan reaktor, telah mencapai pemisah maksimal regulasi, ialah 28°C.

Spanyol dan Italia Siaga Tinggi

Situasi tidak kalah kritis terjadi di Spanyol dan Italia. Di Spanyol, suhu pedesaan dekat Córdoba diprediksi menembus 44°C. Perwakilan badan cuaca Spanyol (Aemet), Rubén del Campo, menyatakan, "Ada bukti bahwa gelombang panas sekarang terjadi lebih sering di awal musim panas dibandingkan dekade-dekade sebelumnya."

Sementara itu, Italia memberlakukan status siaga merah di 15 kota besar, termasuk Roma dan Milan. Pemerintah Italia mengaktifkan kembali perlindungan tenaga kerja darurat untuk melindungi pekerja luar ruangan, seperti pekerja tani dan konstruksi, agar tidak bekerja pada jam-jam terpanas.

Berdasarkan info jasa suasana Copernicus, Eropa saat ini menjadi benua dengan pemanasan tercepat di dunia, tumbuh dua kali lebih sigap dari rata-rata dunia nan memicu gelombang panas dan krisis air nan kian intens. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia