Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak empat kepala wilayah terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dalam sebulan terakhir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sejak awal Juni, KPK berturut-turut menangkap para kepala wilayah atas beragam kasus dugaan korupsi dan suap. Dimulai Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, H Edison pada 8 Juni.
Lalu Bupati Kuansing Suhardiman Amby pada 30 Juni, Bupati Langkat Syah Afandin nan terkena OTT sepekan kemudian. Terakhir, KPK kembali melakukan OTT terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar kasus kepala wilayah nan ditangkap KPK sebulan terakhir:
Kasus suap Bupati Muara Enim
KPK menangkap Bupati Muara Enim H. Edison atas dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan pemerintahannya. Ditangkap di Sumatera Selatan, KPK lampau menetapkan Edison sebagai tersangka sehari kemudian di Jakarta pada 9 Juni.
Selain Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka ada dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta.
Masing-masing ialah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; pihak swasta nan merupakan keponakan bupati, Adi Triadi; dan pihak dari PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
Dalam prosesnya, KPK belakangan menangkap lima pegawai BPK dalam pengembangan kasus tersebut. Secara total, ada 11 orang nan diamankan mengenai perkara Muara Enim nan menyeret Bupati Edison.
Suap kedudukan Bupati Kuansing
Kurang dari sebulan, KPK kembali menggelar OTT di wilayah Riau, dengan menggeledah dan menyegel instansi Bupati Kuantan Singingi pada Selasa (30/6).
KPK pada kesempatan itu, KPK mengamankan 10 orang, nan satu di antaranya ditangkap di Jakarta. Namun, pada penangkapan tersebut, Bupati Kuansing tak termasuk di antaranya.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnaen belakangan menyerahkan diri ke KPK tak sampai sehari usai penangkapan pertama.
KPK pun menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi mengenai dengan pengisian kedudukan serta pelepasan area Hutan Produksi Terbatas (HPT), berbareng satu tersangka lain ialah Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles.
Dalam perkembangannya, KPK juga mendalami temuan pemberian sampulsurat Suhardiman kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurut Raja Juli, sampulsurat itu diberikan Suhardiman usai pertemuan di Kantor Kementerian Kehutanan pada Selasa (2/6).
Usai pertemuan, Raja Juli mengaku baru menyadari adanya sebuah sampulsurat tertutup nan ditinggalkan Bupati Kuansing. Dia mengaku tidak mengetahui isi sampulsurat tersebut dan langsung memerintahkan ajudan untuk mengembalikannya.
"Dalam audiensi itu rupanya Pak Bupati Kuansing meninggalkan sampulsurat nan ditutup dengan map. Dan ketika beliau pergi saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan sampulsurat tersebut," kata dia.
Suap Bupati Langkat
Usai OTT Bupati Kuansing, kurang dari selamanya, KPK kembali melakukan OTT terhadap Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin namalain Ondim pada 3 Juli.
Ondim kemudian menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di wilayahnya. Dia menjadi tersangka berbareng Yaqub Abdhal Al Mu'arif, selaku pihak swasta sekaligus tim sukses Afandin pada PIlkada 2024.
Menurut KPK, Afandin diduga meminta fee alias komisi sebesar 10 hingga 17 persen dari rekanan mengenai proyek di lingkungan Pemkab Langkat. Proyek tersebut terutama berada di Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman (Disperkim).
"Berdasarkan kecukupan bukti permulaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi mengenai suap proyek di lingkungan Pemkab Langkat, KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konvensi pers, Jumat (3/7).
Pemerasan Bupati Sukoharjo
Teranyar, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani berangkaian dengan penyelidikan dugaan pemerasan.
Etik ditangkap wilayah Soloraya, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, 9 Juli 2026. Sebanyak lima orang termasuk bupati sukses ditangkap. Budi belum membuka info perihal identitas pihak lain nan tertangkap tangan.
"Perkara ini mengenai dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat wilayah di Kabupaten Sukoharjo," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jumat (10/7).
(thr/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·