4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kadinkes Minta Warga Waspada

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau penduduk untuk tetap waspada terhadap hantavirus. Meski bukan penyakit baru, masyarakat diminta menjaga kebersihan hingga memakai masker saat berada di area nan berisiko terpapar tikus.

Ani menegaskan penduduk tak perlu panik menghadapi hantavirus. Namun dia meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan.

"Yang krusial sebetulnya tidak perlu panik, tapi waspada gitu. nan krusial adalah gimana kita menjaga pola hidup nan bersih, sehat," kata Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ani menjelaskan, hantavirus merupakan virus lama nan terus dimonitor setiap tahun. Penularannya berasal dari tikus ke manusia, baik melalui air liur, air seni, maupun kotoran tikus nan mencemari lingkungan.

"Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus, nan terkontaminasi ke manusia alias kemudian debunya terhirup oleh manusia," ujarnya.

Karena itu, Ani meminta masyarakat membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Warga juga diminta menggunakan masker dan perangkat pelindung saat berada di tempat nan berpotensi terkontaminasi tikus.

"Kalau kita berada di tempat-tempat nan ada kemungkinan terkontaminasi alias bekerja di tempat-tempat nan kotor, dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman nan lain dan sesudahnya cuci tangan," ucapnya.

Selain itu, Ani menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus sebagai langkah pencegahan. "Dan kemudian mungkin kelak berikutnya, gimana kita melakukan pengendalian terhadap tikus gitu," lanjutnya.

Dinkes DKI mencatat sepanjang 2026 terdapat empat kasus hantavirus di Jakarta. Tiga pasien telah sembuh dengan indikasi ringan, sementara satu lainnya tetap berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Di 2026 nan ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada empat kasus nan sudah kita temukan, tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang tetap suspek," imbuhnya.

(bel/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News