Empat gunung meletus (erupsi) hari ini, Senin (24/8). Menurut catatan Badan Geologi hingga pukul 11.15 WIB, keempat gunung itu adalah:
1. Gunung Anak Krakatau
Badan Geologi mengunggah visual erupsi gunung nan berlokasi di Selat Sunda, Lampung, ini pukul 06.56 WIB
Erupsi terjadi lagi pukul 10.11 WIB tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Rekomendasi
Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau alias beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
2. Gunung Semeru
Erupsi gunung di Kabupaten Lumajang–Malang, Jawa Timur, ini terjadi pukul 09.16 WIB tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4.376 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Rekomendasi
1. Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan lantaran berpotensi terlanda ekspansi awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru lantaran rawan terhadap ancaman lontaran batu (pijar).
3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah nan berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai mini nan merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
3. Lewotobi Laki-Laki
Erupsi gunung nan berlokasi di Kabupaten Flores Timur, NTT, ini terjadi pukul 10.28 Wita. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Rekomendasi
1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
2. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai nan berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
4. Masyarakat nan terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari ancaman abu vulkanik pada sistem pernafasan.
4. Gunung Ibu
Erupsi gunung nan berlokasi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, ini terjadi pukul 10.39 WIT tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.825 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan timur.
Rekomendasi
1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan ekspansi sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat nan beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
Cincin Api Pasifik
Indonesia mempunyai banyak gunung api aktif lantaran berada di area Cincin Api Pasifik, tempat beberapa lempeng bumi berjumpa dan membentuk jalur gunung api.
Ketua Tim Kerja Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas Desi Purnamasari, pekan lampau menjelaskan bahwa letak geografis Indonesia nan berada di jalur tektonik aktif dengan puluhan gunung api aktif membikin potensi erupsi berbarengan dimungkinkan terjadi secara statistik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·