Pemicu penyakit jantung nan mengintai pemilik tubuh langsing(Dok. Magnific)
MEMILIKI tubuh langsing sering kali dianggap sebagai parameter kesehatan nan sempurna. Namun, para mahir mengingatkan bahwa berat badan normal bukan agunan seseorang terbebas dari akibat penyakit jantung, terutama jika terdapat penumpukan lemak di area perut.
Penelitian nan dikutip dari Harvard Health menunjukkan bahwa ukuran lingkar pinggang sering kali menjadi parameter akibat penyakit jantung nan lebih jeli dibandingkan Indeks Massa Tubuh (BMI). Hal ini disebabkan oleh keberadaan lemak visceral, ialah lemak nan menumpuk di sekitar organ dalam seperti hati dan usus, nan memicu peradangan kronis serta mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.
Berikut adalah empat aspek utama nan dapat memicu penyakit jantung meski seseorang mempunyai tubuh langsing:
- Penumpukan Lemak Visceral: Menurut Mayo Clinic, lemak ini menghasilkan unsur kimia dan hormon nan mengganggu kegunaan pembuluh darah. Lemak visceral meningkatkan akibat glukosuria jenis 2 dan tekanan hipertensi meski tidak terlihat dari luar.
- Lingkar Pinggang Berlebih: Risiko penyakit kardiovaskular meningkat secara signifikan pada laki-laki dengan lingkar pinggang di atas 102 cm dan wanita di atas 89 cm, terlepas dari nomor timbangan mereka.
- Gangguan Metabolik Tersembunyi: Kondisi seperti kolesterol tinggi, resistensi insulin, dan hipertensi sering kali tidak menunjukkan indikasi bentuk luar (obesitas), namun secara perlahan merusak sistem pembuluh darah.
- Gaya Hidup Tidak Sehat: Kurang aktivitas fisik, konsumsi gula berlebih, merokok, serta stres berkepanjangan tetap menjadi pemicu utama penumpukan lemak jahat di dalam tubuh.
Para mahir menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah. Risiko jantung tidak hanya ditentukan oleh corak tubuh, tetapi juga oleh pengedaran lemak dan riwayat kesehatan keluarga.
Tips Menurunkan Risiko:
Dokter menyarankan olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga pola makan bergizi seimbang, mengelola stres, dan memastikan tidur nan cukup untuk menjaga kesehatan metabolik.
Dengan menjaga lingkar pinggang tetap ideal dan menerapkan style hidup aktif, akibat penyakit kardiovaskular dapat ditekan secara signifikan, apalagi bagi mereka nan sudah mempunyai berat badan normal. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·