3 WN Israel Diusir dari Gym di Bali karena Bersikap Kasar ke Karyawan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ilustrasi Fisik di Gym. Foto: Shutter Stock/kumparan

Tiga penduduk negara asing (WNA) nan diduga berasal dari Israel diusir dari sebuah pusat kebugaran alias gym di Ubud, Gianyar, Bali. Video mengenai kejadian tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam video nan beredar, pemilik gym tampak beradu argumen dengan salah satu laki-laki WN Israel. Pemilik Ayenda Ubud, Samir (32), mengatakan dirinya tidak mau berdebat dan meminta laki-laki tersebut meninggalkan gym.

“Kalian apalagi tidak diizinkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor nan berbeda. Bersyukurlah lantaran saya tidak melibatkan polisi,” kata Samir dalam video nan beredar, dikutip Rabu (19/8).

Setelah video tersebut viral, Samir membikin video penjelasan untuk menjelaskan kronologi kejadian.

Ia mengatakan peristiwa bermulai ketika tiga laki-laki datang ke gym miliknya. Salah satu dari mereka diduga bersikap kasar kepada tenaga kerja gym.

Ngaku Tentara Israel

Samir kemudian menanyakan kejadian tersebut kepada karyawannya. Setelah mendapat penjelasan, dia menghampiri ketiga laki-laki tersebut dan menanyakan asal mereka.

“Mereka memberi tahu saya bahwa mereka adalah orang Israel. Saya bilang, kami tidak melayani orang Israel, IDF, dan siapa pun nan bersikap kasar kepada staf kami. Anda kudu menghormati masyarakat lokal nan bekerja keras,” ucapnya.

Ketiga laki-laki tersebut kemudian meninggalkan gym setelah terlibat adu argumen dengan Samir.

Namun, tidak lama setelah itu, mereka memberikan ulasan bintang satu di Google. Dalam ulasan tersebut, pihak gym disebut rasis dan dituding mengusir mereka lantaran argumen agama.

Samir membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan dirinya tidak pernah menyinggung kepercayaan ketiga laki-laki tersebut.

“Saya tidak berbicara apa pun tentang kepercayaan mereka. Saya hanya mengatakan tentang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Namun, mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama. Syukurlah, kami telah merekam segalanya,” jelas Samir.

Samir juga mengaku tidak mengetahui gimana ketiga laki-laki tersebut mengetahui keberadaan gym miliknya.

Ia menegaskan, gym tersebut tidak melayani personil alias pihak nan berangkaian dengan IDF. Selain itu, siapa pun nan bersikap kasar kepada staf juga tidak bakal diterima.

“Ya, saya telah mengusir mereka dan pernyataan saya jelas. Kami tidak melayani IDF dan siapa pun nan bersikap kasar terhadap staf kami tidak bakal diterima,” tutupnya.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi mengenai identitas maupun status ketiga WNA tersebut.

Kasi Humas Polres Gianyar, Iptu I Gusti Ngurah Suardita, mengatakan pihak kepolisian tetap melakukan pengecekan mengenai kejadian tersebut.

“Masih konfirmasi dan dicek,” kata Suardita saat dikonfirmasi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan