Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan tiga poin utama nan dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada rapat nan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia pun memerinci, poin pertama nan dibahas adalah berangkaian dengan pertimbangan program hilirisasi nasional nan saat ini terus melangkah di beragam sektor strategis.
"Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil nan kerja sama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan insya Allah bakal diresmikan kelak di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," ungkap Bahlil di Istana, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Kemudian, poin nan kedua adalah mengenai kondisi ketahanan daya nasional. Bahlil menyebut pemerintah terus berupaya memperkuat persediaan daya guna menjaga keamanan pasokan di dalam negeri.
"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang daya kita. Dan daya kita bakal bisa ketahanan daya kita rata-rata di atas 20 hari minimum," katanya.
Selanjutnya, nan ketiga ialah menyangkut stabilitas jasa kelistrikan oleh PT PLN (Persero) kepada masyarakat. Dalam rapat tersebut, pemerintah berbareng PLN melakukan pertimbangan terhadap sejumlah persoalan nan berpotensi memengaruhi keandalan pasokan listrik.
"Dan tadi, sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah. Salah satunya itu adalah menyangkut PLTG nan di awal," katanya.
Bahlil menjelaskan, konsumsi batu bara PLN sejatinya mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara, penugasan pasokan batu bara domestik (DMO) oleh Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang mencapai sekitar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun. Adapun volume batu bara nan telah dikontrak PLN saat ini mencapai sekitar 134 juta ton.
"Sebenarnya secara perjanjian dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6. Itu harusnya no issue. Ternyata nan PLN keluhkan itu alias PLN minta itu adalah kalori nan medium untuk blending. Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi nan lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
(ven/wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·