Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa ada tiga perusahaan dalam negeri nan siap memasok bioetanol sebanyak 26.000 kiloliter (KL) untuk bahan bakar E5. Hal itu menyusul rencana mandatori pencampuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan etanol sebesar 5% (E5) pada Juli 2026 mendatang.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan etanol tersebut wajib menggunakan sumber bahan baku lokal. Pihaknya saat ini tengah memantau kesiapan pasokan dari para produsen nasional sebelum menetapkan volume alokasi secara resmi melalui regulasi.
"Nah bahan baku lokal nan menyatakan bisa untuk deliver fuel grade ke kami adalah 26.000 dari tiga perusahaan. Ini baru sekarang baru tercollect kelak saya bakal rekap lagi ini ongoing kan sampai Mei akhir terus Juni kelak proses Kepmen dan sebagainya kita pastikan volumenya" ujarnya saat ditemui di sela aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Senin (25/5/2026).
Namun, rencana kebijakan mandatori E5 ini nantinya bakal diterapkan secara berjenjang di sejumlah wilayah di Indonesia sebelum diperluas ke skala nasional.
"Tetapi pengarahan dari beliau (Menteri ESDM) adalah kudu lokal. Nah jadi kemarin sudah kita identifikasi jumlah berapa banyak etanol fuel grade nan bisa dihasilkan," lanjut Eniya.
Adapun sebaran awal mandatori bensin E5 direncanakan bakal menyasar wilayah di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. PT Pertamina (Persero) tercatat telah menyiapkan prasarana blending etanol di 179 letak guna menunjang kelancaran pengedaran bahan bakar nabati tersebut di tingkat konsumen.
"Jadi Jawa Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Jogja ada. Sesuai lokasi. Jadi tidak nasional jika nasional kurang jelas tetapi pengarahan pak menteri adalah menggunakan bahan baku lokal," tuturnya.
Selain untuk sektor otomotif, pemerintah terus mendorong bauran daya baru terbarukan lainnya untuk mengejar sasaran emisi nol bersih pada 2060. Pihaknya berambisi dapat meminimalisir akibat geopolitik dunia terhadap kesiapan pasokan bahan bakar di dalam negeri.
"Kita mau meningkatkan ketangguhan diri kita dengan menggunakan sumber daya alam seperti tetes tebu dari tebu dan juga satu pabrik dapat menyuplai bioetanol nan berasal dari jagung dan hal-hal lain nan mungkin bakal melangkah tahun depan adalah dari singkong," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·