20 Tewas, 70 Terluka saat Kereta Militer Pakistan Dibom Bunuh Diri Ketika Mudik Lebaran

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
20 Tewas, 70 Terluka saat Kereta Militer Pakistan Dibom Bunuh Diri Ketika Mudik Lebaran Ledakan peledak bunuh diri menerjang kereta militer di Quetta, Pakistan. Setidaknya 20 orang tewas dan 70 lainnya terluka saat hendak pulang untuk libur Idul Adha.(AFP)

SEBUAH ledakan luar biasa nan menargetkan kereta pengangkut personel militer mengguncang Stasiun Chaman Phatak di Quetta, ibu kota wilayah Balochistan, Pakistan, pada Minggu (24/5) pagi. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 70 orang lainnya.

Pihak berkuasa mengonfirmasi tiga di antara korban tewas adalah prajurit militer. Kekhawatiran muncul bahwa jumlah korban jiwa tetap bisa bertambah mengingat kondisi beberapa korban nan kritis.

Petugas kereta api menjelaskan ledakan tersebut menyebabkan mesin dan tiga gerbong kereta keluar dari rel, dengan dua gerbong di antaranya terbalik. Kereta komuter tersebut diketahui sedang membawa personel militer beserta family mereka nan hendak pulang ke kampung laman untuk merayakan libur Idul Adha.

Klaim Kelompok Separatis

Pemerintah wilayah setempat menyatakan golongan separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) bertanggung jawab atas serangan nan dipastikan sebagai tindakan bom bunuh diri tersebut. Pihak BLA sendiri telah merilis klaim tanggung jawab mereka atas kejadian ini. Menurut saksi mata, sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak sengaja ditabrakkan ke arah kereta nan sedang melaju.

"Kereta sedang bergerak dan ada penumpang di dalamnya saat ledakan terjadi," ujar Naseer Ahmed, seorang penduduk lokal di sekitar tempat kejadian. Ia menambahkan ledakan subuh tersebut apalagi memecahkan seluruh kaca jendela rumahnya.

Foto-foto dari letak kejadian memperlihatkan kondisi gerbong kereta dan mobil-mobil di sekitarnya nan gosong terbakar serta hancur berantakan. Ledakan ini juga merusak gedung nan berada di dekat stasiun.

Kecaman Keras dari Perdana Menteri

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk keras serangan mematikan ini. Ia menegaskan bahwa tindakan teror tidak bakal menggoyahkan negara.

"Tindakan terorisme nan pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan. Seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas berbareng rakyat Balochistan di masa duka ini," tegas Sharif.

Menanggapi situasi darurat ini, rumah sakit-rumah sakit di Quetta nan menampung para korban langsung memberlakukan status siaga satu.

Wilayah Balochistan, nan berbatasan langsung dengan Iran dan Afganistan, memang kerap dilanda konflik. BLA menuduh pemerintah pusat Pakistan telah mengeksploitasi kekayaan mineral di provinsi terbesar tersebut tanpa memberikan untung bagi masyarakat lokal. Serangan terhadap moda transportasi kereta api bukan pertama kalinya terjadi; golongan bersenjata ini tercatat telah berulang kali menargetkan kereta api dalam dua tahun terakhir. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia