Taufik Fajar
, Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |18:13 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 terbagi dalam tiga batch pelatihan, dengan sekitar 20 ribu peserta per batch, dan total sekitar 70 ribu peserta dalam setahun. Program ini dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) dan Satuan Pelayanan (Satpel) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) nan tersebar di beragam provinsi di Indonesia.
“Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 nan telah diinisiasi Kemnaker. Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara cuma-cuma oleh Pemerintah. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja alias berwirausaha. Ke depan, diharapkan kuota ini dapat terus ditingkatkan oleh Kemnaker,” ungkap di Jakarta dikutip, Sabtu (28/2/2026).
Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara kurikulum training dengan kebutuhan bumi upaya alias industri. Pendekatan ini bermaksud menghasilkan lulusan nan mempunyai kompetensi relevan, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja (demand driven).
Bagi para siswa lulusan SMA/SMK/MA alias sederajat nan sudah memenuhi persyaratan, seperti berumur minimal 17 tahun, sudah mempunyai akun SiapKerja, dan sudah lulus dalam tiga tahun terakhir, dapat berperan-serta menjadi peserta dengan mengakses portal resmi ialah skillhub.kemnaker.go.id. Dengan mengikuti program ini, para peserta bakal mendapatkan benefit seperti support transportasi sebesar Rp20 ribu per hari (lamanya sesuai jangka waktu pelatihan), iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi BNSP, serta unik untuk peserta dari luar kota dapat difasilitasi pondok pada training tertentu.
Menurut info Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), jumlah lulusan SMA/SMK tahun aliran 2024/2025 ialah sebanyak 3,28 juta. Menurut BPS, lulusan SMA menyumbang 31,05 juta pekerja alias 20,99% dari total pekerja nasional nan berjumlah sekitar 148 juta orang, sementara lulusan SMK berkontribusi 20,80 juta pekerja alias 14% dari total pekerja nasional. Apabila digabungkan, kontribusi lulusan SMA/SMK mencapai sekitar 35% dari total pekerja.
Bidang-bidang training nan bisa diikuti para peserta ialah antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Tata Busana, Garmen dan Apparel, Otomotif, Housekeeping, Teknik Kelistrikan, Smart Farming, Konstruksi, Barista, Budidaya Perikanan, Penata Rambut dan Rias Wajah, Memasak, Menjahit Pakaian, Pemeliharaan Kendaraan, Pemandu Wisata, Pemasaran Digital, Keamanan Siber, Instalasi Panel Surya, Pengelasan (Welding), Computer Numerical Control (CNC), Otomasi Industri, Kendaraan Listrik, termasuk training prioritas Presiden seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai training ini ada nan diselenggarakan secara luring, daring, maupun hybrid dengan lebih 820 kelas training nan berfokus pada 31 kejuruan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·