
Ilustrasi.
JAKARTA – Berpuasa di bulan Ramadhan adalah ibadah nan wajib dijalankan umat Muslim nan telah baligh dan berakal. Untuk memenuhi tanggungjawab ini, seorang Muslim perlu mengetahui rukun puasa Ramadhan, sehingga kebaikan nan fardu ini sah dan diterima Allah SWT.
Pengertian Rukun Puasa
Melansir NU Online, rukun adalah sesuatu nan kudu dilakukan alias dipenuhi agar untuk keabsahan sebuah ibadah dan jika ditinggalkan maka ibadah nan dilakukan menjadi tidak sah.
مَعْنَي الرُّكْنِ: رُكْنُ الشَّيْءِ مَا كَانَ جُزْءاً أَسَاسِيًّا مِنْهُ كَالْجِدَارِ مِنَ الْغُرْفَةِ
Artinya: “Ma’na rukun adalah sesuatu nan menjadi bagian dasar dari sesuatu, seperti tembok nan tidak dapat dipisahkan dari sebuah bangunan.” (Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imâm al-Syâfi’i, [Al-Fithrah, Surabaya: 2000), juz I, laman 129)
Jadi, rukun puasa Ramadhan adalah hal-hal nan kudu dilakukan agar puasa nan dilakukan menjadi sah.
Rukun Puasa Ramadhan
Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib menjelaskan bahwa rukun puasa Ramadhan, antara lain; niat, menahan diri dari perihal nan membatalkan puasa.
1. Niat pada Malam Hari
Rukun nan pertama adalah membaca niat melakukan ibadah puasa Ramadhan pada malam hari. Adapun niat puasa Ramadhan sebagaimana berikut:
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·