2 Pimpinan Baru BGN Resmi Menjabat, Berikut Sosoknya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
2 Pimpinan Baru BGN Resmi Menjabat, Berikut Sosoknya Kepala BGN Nanik S. Deyang memperkenalkan Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai ketua baru.(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi memperkenalkan dua sosok pimpinan baru nan bakal memperkuat struktur organisasi lembaga tersebut. Langkah ini diambil untuk memperketat pengawasan finansial serta mengoptimalkan pengedaran program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kehadiran dua ketua baru ini sekaligus menandai babak baru kepemimpinan Nanik S Deyang nan menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan ini difokuskan pada aspek transparansi dan efektivitas operasional di lapangan.

Agustina Arum Sari: Benteng Pengawasan Keuangan

Sosok pertama nan diperkenalkan adalah Agustina Arum Sari. Ia bukan orang baru di bumi audit dan pengawasan. Sebelum berlabuh di BGN, Arum menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Nanik menegaskan bahwa rekam jejak Arum selama 34 tahun di bagian audit menjadi modal utama untuk menjaga integritas BGN.

"Beliau sudah 34 tahun di bagian pengawasan dan audit. Sesuai tugas dari Pak Presiden dan skill nan dimiliki, beliau bakal mengawasi dengan super ketat tata kelola dan finansial negara di BGN," ujar Nanik di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Penempatan Arum dinilai krusial mengingat besarnya anggaran nan dikelola BGN untuk program-program strategis nasional, sehingga diperlukan sistem pengawasan nan akuntabel guna menghindari penyimpangan.

Mayjen TNI Trenggono: Ahli Teritorial untuk Wilayah 3T

Selain pengawasan, BGN juga memperkuat lini eksekusi program dengan memperkenalkan Mayjen TNI Trenggono. Sebelumnya, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Nanik menjelaskan bahwa skill teritorial nan dimiliki Trenggono sangat dibutuhkan untuk menjangkau wilayah-wilayah susah di Indonesia. "Kenapa ada militer? Karena kaitannya dengan program 3T. Kami memerlukan mahir teritorial di situ," jelasnya.

Terkait status militer aktif, Nanik memastikan bahwa Trenggono telah mengusulkan proses pengunduran diri. "Proses pengunduran diri sudah diajukan dan berjalan sejak kemarin. Mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun," tambahnya.

Dengan bergabungnya kedua tokoh ini, BGN diharapkan bisa menjalankan mandatnya secara lebih efektif, transparan, dan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri melalui tata kelola nan lebih solid. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia