2 dari 6 Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Unesa Penerima Beasiswa

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Dua dari enam pelaku dugaan pelecehan seksual melalui grup percakapan nan menyasar 26 mahasiswa dan pengajar di Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) rupanya berstatus penerima beasiswa.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi.

"Ada dua dari enam itu [penerima beasiswa]," kata Martadi kepada awakmedia, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, lanjut dia, tiga rekomendasi hukuman telah diserahkan pihaknya Rektor Unesa Nurhasan dan tinggal menunggu terbitnya surat keputusan (SK).

Martadi menyebut, pihak Unesa tengah mempertimbangkan hukuman drop out (DO) bagi para terduga pelaku. Namun, kampus juga mempertimbangkan latar belakang ekonomi mereka nan berasal dari family miskin dan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Sedang kita pikirkan apakah kesalahannya sudah kudu sampai DO ataukah cukup dua semester alias tiga semester. Karena jika disanksi dua semester saja anak ini beasiswanya sudah putus," ujarnya.

Unesa disebut tetap mengkaji corak hukuman nan bakal dijatuhkan. Kemungkinan besar, hukuman nan bakal diberikan berupa skors minimal dua semester.

"Jadi sanksinya dia otomatis beasiswanya tidak dapat, dia sudah dua semester tidak bisa berkuliah, dan jika dia tidak memenuhi maka dia bisa DO," katanya.

Martadi menyebut, para terduga pelaku pelecehan terhadap mahasiswa dan pengajar itu sekarang mengalami tekanan psikis akibat hukuman sosial nan mereka terima di masyarakat.

"Sekarang problemnya adalah anak nan menjadi pelaku ini stres. Karena dia ada hukuman sosial ternyata. Dibully di sosmed, kemudian mereka takut, apalagi mereka jika pergi sendiri ada ketakutan lantaran bakal digruduk orang banyak," katanya.

"Jadi sekarang itu nan jadi problem justru pelaku ini sekarang. Psikologisnya agak lumayan berat lantaran dia ketakutan untuk digruduk orang banyak. Jadi sekarang sedang proses juga untuk pendampingan itu," tambahnya.

Saat ini, para terduga pelaku berada di rumah masing-masing di luar Pulau Jawa. Orang tua mereka diminta turut mendampingi, sementara Pusat Pelayanan dan Informasi Sosial (PPIS) Unesa juga memberikan pendampingan psikologis dari jarak jauh.

(fr/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional