2.131 Ton Sampah Per Hari di Jabar Bakal Diubah Jadi Listrik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
2.131 Ton Sampah Per Hari di Jabar Bakal Diubah Jadi Listrik Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PII, Andre Permana (kanan)(dok.istimewa)

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) memberikan penjaminan bagi proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPASR) Legok Nangka di Jawa Barat. Proyek ini menjadi proyek kerja sama pemerintah dan badan upaya (KPBU) sektor persampahan pertama nan mendapatkan penjaminan dari PT PII.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Jabar Environmental Solution (JES) sebagai badan upaya pelaksana, Jumat (5/6), di Indramayu. Pada saat nan sama, PT PII dan PT JES juga menandatangani Perjanjian Penjaminan nan diikuti penyerahan Perjanjian Regres dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada PT PII.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PII, Andre Permana, mengatakan proyek Legok Nangka merupakan langkah krusial dalam pengembangan prasarana pengelolaan sampah berkepanjangan di Indonesia.

Menurut Andre, akomodasi tersebut bakal melayani enam daerah, ialah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang, dengan kapabilitas pengolahan mencapai 2.131 ton sampah per hari.

“Penjaminan nan diberikan PT PII bermaksud meningkatkan kepastian investasi dan memperkuat kepantasan proyek sehingga dapat menarik partisipasi swasta, termasuk penanammodal dan lembaga pembiayaan internasional,” ujar Andre, dikutip Sabtu (6/6).

Ia menambahkan, proyek ini menjadi tonggak baru lantaran merupakan proyek sektor persampahan pertama dalam portofolio penjaminan PT PII. Selain mengurangi timbunan sampah, proyek tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas jasa pengelolaan sampah dan menghasilkan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah menjadi energi.

Pemerintah pusat turut mendukung proyek tersebut melalui akomodasi Viability Gap Fund (VGF) dan Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan. Dukungan itu diberikan untuk membantu penyiapan proyek, pendampingan transaksi, serta meningkatkan daya tarik investasi.

Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan TPPASR Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Jawa Barat, terutama di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya nan menghadapi peningkatan volume sampah setiap tahun.

“Saya mengapresiasi peran PT PII nan telah memberikan penjaminan pemerintah untuk proyek ini lantaran menjadi landasan kuat agar proyek melangkah sesuai komitmen,” kata Dedi.

Dengan teknologi waste-to-energy, TPPASR Legok Nangka ditargetkan bisa mengurangi volume sampah hingga 85% dan menghasilkan listrik sebesar 40,79 megawatt (MW). Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini juga diharapkan berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan hidup. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia