17 Klub Super League Lolos Club Licensing, Kecuali PSBS Biak

Sedang Trending 44 menit yang lalu
PSBS Biak saat berkompetensi di Super League 2025/2026. Foto: Instagram/@psbsofficial

I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26 sebagai bagian dari komitmen peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub sepak bola Indonesia sesuai izin nasional maupun standar AFC. PSBS Biak jadi satu-satunya tim Super League nan tak lolos.

Pengumuman ini digelar pada bertemu pers di Kantor I.League, Rabu (13/5) sore WIB. Hadir dalam bertemu pers Direktur Bisnis & Komersial I.League Sadikin Aksa, Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra dan Ketua Komite Club Licensing Essy Asiah.

Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26, klub-klub peserta menjalani pertimbangan menyeluruh terhadap lima aspek utama, ialah sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.

Pesepak bola Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Frans Dhia Jirjis Putros (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO

Untuk kategori lisensi ACL 2, sebanyak 8 klub dinyatakan Granted dan 8 klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions. Klub nan mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sementara klub dengan status Granted with Sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara. Adapun PSBS Biak tidak lolos.

"Nah, untuk lisensi Super League, saya bicara based on point of view dari klub nan ada sekarang ya, dari 18 klub nan menjalani kompetensi, ada 17 klub nan Granted Super League. Satunya tidak, adalah PSBS Biak. Jadi 17-nya teman-teman bisa hitung sendiri di Super League Indonesia. Kalau boleh disebutkan nama-nama klub nan tidak tahu sendiri. Itu nan Super League," terang Asep.

"Nah, lisensi Super League ini sebetulnya tidak 17 saja nan dapat. Ada perihal nan info nan menarik. Kan tadi saya sampaikan, lisensi Super League ini bakal menjadi SIM, tiket untuk berkompetisi di musim nan bakal datang. Maka kita sampaikan juga di awal kepada klub-klub Championship [Liga 2]. Klub-klub Championship jika kalian promosi ke Super League tahun depan, maka kalian kudu mengambil lisensi Super League," tambahnya.

Sedangkan, pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 nan secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League, serta 9 klub lainnya ialah PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

I.League saat bertemu pers Club Licensing 2025/26 di Jakarta, Rabu (13/3). Foto: Azrumi El/kumparan

Asep Saputra juga menyampaikan bahwa proses club licensing merupakan bagian krusial dalam mendorong klub untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan keberlanjutan pengelolaan klub di Indonesia.

“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi krusial dalam membangun ekosistem sepak bola nasional nan profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub nan telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujarnya.

"Club Licensing merupakan bagian krusial dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial. Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub agar penerapan standar AFC dapat melangkah lebih baik dari musim sebelumnya. Kami berambisi langkah ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas kejuaraan dan perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya," tambah Essy Asiah

I.League juga berambisi hasil Club Licensing Cycle 2025/26 dapat menjadi motivasi bagi seluruh klub untuk terus melakukan pengembangan di beragam aspek demi mendukung peningkatan kualitas kejuaraan sepak bola Indonesia ke depan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan