Lebih dari 150 anak diamankan polisi mengenai kericuhan nan terjadi usai demonstrasi di depan gedung DPR/MPR. Polri mengimbau para orang tua (ortu) untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ortu punya peran krusial dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada anak mengenai akibat berada di tengah situasi nan tidak kondusif. Pengawasan menjadi bagian dari upaya berbareng menjaga keselamatan anak sekaligus memastikan aktivitas penyampaian pendapat berjalan secara tertib.
"Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di letak aktivitas penyampaian aspirasi nan berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama," kata Kombes Budi dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami akibat serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka," imbuhnya.
Dia mengatakan, penyampaian aspirasi merupakan kewenangan masyarakat nan dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman nan cukup agar tidak terlibat dalam situasi nan dapat membahayakan keselamatan mereka.
"Anak-anak kita tentu mempunyai masa depan nan panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat alias situasi nan berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan, dan pengawasan sangat penting," jelasnya.
Ia juga membujuk para orang tua untuk membangun komunikasi nan baik dengan anak serta memahami aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat info mengenai aktivitas penyampaian aspirasi di suatu wilayah.
"Kami membujuk para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan langkah nan baik dan sesuai ketentuan. nan paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban alias berada dalam situasi nan dapat membahayakan keselamatan," tuturnya.
Dia menegaskan, menjaga keselamatan anak memerlukan peran dan kerja sama antara kepolisian, keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak.
"Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai kemauan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi nan merugikan," ujarnya.
Dugaan Eksploitasi Anak
Sebanyak 153 anak diamankan mengenai kericuhan usai demo di gedung DPR pada Kamis (27/8) malam. Penyidik saat ini mendalami adanya dugaan pemanfaatan anak dalam peristiwa tersebut.
"Saat ini interogator juga sedang melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak nan menggunakan dan memanfaatkan alias mengeksploitasi anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan nan melawan hukum," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Jumat (28/8).
Terbaru, sebanyak 141 anak nan sempat diamankan telah dipulangkan. Anak-anak nan diamankan berumur 12 hingga 18 tahun.
"Dikarenakan perihal tersebut dapat berpotensi melanggar norma sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak tentang pelibatan dan pemanfaatan terhadap anak," bebernya.
(jbr/idh)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·