12 Tower Transmisi PLN di Sumatra Utara Roboh akibat Cuaca Ekstrem, Begini Penampakannya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
12 Tower Transmisi PLN di Sumatra Utara Roboh akibat Cuaca Ekstrem, Begini Penampakannya PLN tengah mengerahkan seluruh personel dan peralatan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemasangan Tower Emergency guna mempercepat pemulihan jaringan transmisi nan terdampak.(Dok. Istimewa)

CUACA ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang nan melanda wilayah Sumatra Utara pada Kamis (4/6) malam mengakibatkan kerusakan serius pada prasarana kelistrikan. Sebanyak 12 tower transmisi dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan fatal, nan memicu gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Darma Saputra, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis pukul 20.03 WIB. Kerusakan terkonsentrasi pada dua jalur transmisi utama nan menjadi tulang punggung kelistrikan di wilayah tersebut.

Rincian Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan info teknis nan dirilis PLN, kerusakan mencakup jalur tegangan tinggi dan ekstra tinggi dengan rincian sebagai berikut:

Jalur Transmisi Kondisi Tower
SUTET 275 kV Galang–Simangkuk Tower T18, T19, T20 (Roboh); Tower T17, T21 (Bengkok)
SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan Tower T77, T78, T79, T80, T81, T82 (Roboh); Tower T76 (Bengkok)

Upaya Pemulihan dan Manajemen Beban

Pasca-kejadian, PLN langsung melakukan manuver sistem untuk meminimalisasi akibat pemadaman. Upaya pemulihan intensif membuahkan hasil dengan kembalinya pasokan listrik secara berjenjang pada Jumat (5/6) pukul 02.38 WIB.

Saat ini, PLN tengah mengerahkan personel campuran dan peralatan berat untuk melakukan penanganan darurat di letak terdampak. Salah satu langkah strategis nan diambil adalah pemasangan Tower Emergency guna mempercepat normalisasi jaringan transmisi.

Informasi Penting: Selama proses perbaikan permanen berlangsung, PLN bakal menerapkan manajemen beban di sebagian wilayah Sumatra Utara. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional dan mencegah gangguan nan lebih luas. (AP/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑