11 Daerah di Riau Telah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
11 Daerah di Riau Telah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sebanyak 11 wilayah di Riau menetapkan status siaga darurat Karhutla seiring musim kemarau. Tim Manggala Agni terus berjibaku memadamkan kebakaran di sejumlah wilayah.(Manggala Agni)

SEBANYAK 11 wilayah di Riau, sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran rimba dan lahan (Karhutla). Penetapan status siaga tersebut sebagai corak kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla lantaran saat ini Riau sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Jim Gafur mengatakan, selain pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi Riau juga sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla.

“Saat ini pemerintah Provinsi dan 11 pemerintah kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hanya tinggal satu wilayah saja nan belum menetapkan ialah Kuansing (Kuantan Singingi),” ujarnya, Rabu (3/6).

Dengan penetapan status siaga darurat Karhutla tersebut. Koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan wilayah dalam penangangan Karhutla juga diharapkan bakal lebih sigap dan mudah. 

“Jika sudah menetapkan status, koordinasi dan pengiriman support bakal lebih mudah. Sehingga penanganan Karhutla juga bakal lebih cepat, kami harapkan Kuansing juga segera menetapkan status,” ujarnya.

Sementara tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra terus melakukan operasi pemadaman Karhutla di sejumlah letak di Provinsi Riau. Hingga saat ini upaya pemadaman tetap berjalan di Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir, Sokoi Kabupaten Pelalawan, dan Kandis Kabupaten Siak. Sedangkan letak kebakaran di Pasir Limau Kapas dinyatakan padam setelah lima hari penanganan intensif. Selain itu, muncul juga Karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Tim pemadam sedang disiapkan untuk bergerak ke lokasi.

Ia menjelaskan, kondisi lapangan tetap menghadirkan beragam tantangan, mulai dari angin kencang, vegetasi kering nan mudah terbakar, hingga karakter lahan gambut nan menyulitkan proses pemadaman.

“Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh letak kebakaran. Meskipun menghadapi kondisi cuaca nan cukup menantang dan medan nan tidak mudah, personel tetap konsentrasi melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api betul-betul dapat dikendalikan,” ujarnya.

Adapun di letak kebakaran Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), operasi pemadaman dilakukan Manggala Agni Daops V/Dumai. Tim pemadam sempat menghadapi kondisi nan cukup berat akibat tiupan angin kencang nan menyebabkan asap menjadi sangat pekat dan mempercepat pergerakan api.

Sejauh ini, luas area nan terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare. Mengingat luas area serta kesiapan sumber air nan tetap memungkinkan untuk mendukung operasi, jumlah personel bakal ditambah.

“Manggala Agni Daops Dumai tetap melaksanakan pemadaman di Rantau Bais, Rohil. Kondisi tetap berat, asap tetap tebal dan kawan-kawan tetap mengejar kepala api di sisi-sisi belukar,” pungkasnya. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia