100 Perusahaan Teknologi Desak Penguatan Pertahanan Siber Berbasis AI

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

loading...

Penguatan Pertahanan Siber Berbasis AI. Foto/ daily

LONDON - Lebih dari 100 organisasi dan perusahaan teknologi terkemuka—termasuk Google, OpenAI, Anthropic, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Oracle—telah menandatangani surat terbuka nan menyerukan penguatan mendesak sistem pertahanan siber berbasis kepintaran buatan (AI) di tingkat global.

Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran mengenai semakin sempitnya waktu untuk memperkuat pertahanan digital sebelum serangan siber nan digerakkan oleh AI menjadi lebih luas dan canggih dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut surat terbuka tersebut, keamanan prasarana vital—seperti rumah sakit, instalasi pengolahan air, dan jaringan internet global—menghadapi akibat nan terus meningkat jika kerentanan nan ada saat ini tidak segera ditangani.

Salah satu rekomendasi utama nan disoroti adalah perlunya setiap organisasi untuk mengatasi kerentanan sistem nan telah menumpuk seiring waktu, memperbarui sistem lama (*legacy systems*) nan rentan terhadap ancaman, serta memanfaatkan kombinasi model AI canggih untuk memperkuat pertahanan digital.

Perusahaan keamanan siber juga didesak untuk menguji keahlian pertahanan mereka terhadap ancaman nan dimungkinkan oleh model AI canggih, selain juga berbagi info ancaman dan praktik terbaik dengan organisasi lain.

Pemerintah juga didesak untuk mengoordinasikan upaya pertahanan siber di semua tingkat pemerintahan, meningkatkan pendanaan keamanan siber, serta memperluas program akses bagi pihak tepercaya terhadap model AI berkapasitas tinggi, khususnya untuk melindungi prasarana vital.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews