100 Hari Direksi Baru BEI Dinilai Berada di Jalur Reformasi hingga Akselerasi Pendalaman Pasar

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |14:25 WIB

100 Hari Direksi Baru BEI Dinilai Berada di Jalur Reformasi hingga Akselerasi Pendalaman Pasar

BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejak resmi dilantik pada 29 Juni lalu, jejeran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas pedoman penanammodal dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika global.

Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof. Eduardus Tandelilin, menilai arah kebijakan jejeran dewan baru ini sudah berada pada jalur nan tepat.

“Menurut saya, arah kebijakan Direksi baru BEI sudah berada di jalur nan betul lantaran titik berangkatnya tepat. nan dibutuhkan pasar saat ini adalah penguatan kredibilitas dan kualitas pasar, dan sejumlah langkah nan dilakukan menunjukkan kesungguhan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Eduardus, Selasa (13/10/2026).

Memasuki 100 hari pertama kepemimpinan, jejeran dewan mulai merealisasikan beragam langkah strategis berasas Master Plan BEI 2026–2030. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kualitas dan transparansi pasar, pendalaman likuiditas, serta penguatan ketahanan Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi kualitas perdagangan, BEI menyempurnakan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambah price impact ratio untuk saham berkapitalisasi di atas Rp5 triliun serta menggelar pertimbangan berkala.

Selain itu, pemisah minimum nilai saham dan DINFRA diturunkan dari Rp50 menjadi Rp1 per 28 September 2026 nan disertai penyesuaian auto rejection, hingga penyempurnaan ketentuan Papan Pemantauan Khusus demi mengutamakan price discovery dan perlindungan investor.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑