Berikut Dampak Buruk Mengonsumsi Kol Goreng untuk Kesehatan(magnific)
KOL goreng adalah hidangan nan terbuat dari kol alias kubis nan digoreng dalam minyak panas hingga layu, renyah, alias berwarna kecokelatan.
Makanan ini sering disajikan sebagai pelengkap beragam menu, seperti ayam goreng, pecel lele, bebek goreng, dan jenis hidangan kaki lima di Indonesia.
Kol goreng mempunyai cita rasa gurih dan aroma unik hasil proses penggorengan. Namun, dibandingkan kol segar alias kol nan dikukus, kol goreng umumnya mengandung lebih banyak lemak dan kalori lantaran menyerap minyak saat dimasak.
1. Meningkatkan Asupan Lemak dan Kalori
Proses penggorengan membikin kol menyerap minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya meningkat dibandingkan kol segar alias rebus.
2. Memicu Kenaikan Berat Badan
Asupan kalori berlebih dari makanan nan digoreng dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas.
3. Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi
Jika digoreng menggunakan minyak nan tidak sehat alias dipakai berulang kali, kol goreng dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
4. Mengurangi Kandungan Nutrisi
Panas tinggi saat menggoreng dapat menurunkan kadar beberapa vitamin nan sensitif terhadap panas, seperti vitamin C.
5. Memicu Gangguan Pencernaan
Makanan berminyak dapat menyebabkan perut terasa begah, mual, alias tidak nyaman pada sebagian orang.
6. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Konsumsi makanan nan digoreng secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit kardiovaskular.
7. Dapat Menyebabkan Peradangan
Minyak nan dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa nan berpotensi meningkatkan peradangan dalam tubuh.
8. Berpotensi Meningkatkan Risiko Hipertensi
Kol goreng sering disajikan berbareng makanan tinggi garam nan dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.
9. Menurunkan Kualitas Pola Makan
Terlalu sering memilih makanan gorengan dapat mengurangi konsumsi sayuran nan diolah dengan langkah lebih sehat.
10. Berpotensi Menghasilkan Senyawa nan Tidak Diinginkan
Penggorengan pada suhu sangat tinggi dapat membentuk senyawa tertentu nan tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.
Meskipun mempunyai rasa nan gurih dan tekstur nan renyah, kol goreng umumnya mengandung lebih banyak lemak dan kalori dibandingkan kol nan dikukus, direbus, alias dimakan segar.
Oleh lantaran itu, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan pola makan nan sehat dan seimbang. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
English (US) ·
Indonesian (ID) ·