Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |15:11 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengamankan 10.783.800 batang rokok terlarangan dalam rangkaian penindakan di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Bea Cukai)
JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengamankan 10.783.800 batang rokok terlarangan dalam rangkaian penindakan di Jakarta. Potensi kerugian negara dari peralatan tersebut diperkirakan mencapai Rp8,05 miliar.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta Hendri Darnadi menjelaskan, sebagian besar peralatan tersebut diamankan dalam operasi nan dilakukan berbareng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Marunda pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Dalam tiga kali penindakan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, petugas mengamankan 10.067.000 batang rokok terlarangan dengan perkiraan potensi kerugian negara sekitar Rp7,51 miliar.
Selain hasil penindakan tersebut, KPPBC TMP A Marunda menerima penyerahan perkara dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat berupa 45 koli berisi 716.800 batang rokok ilegal. Potensi kerugian negara dari peralatan tersebut diperkirakan mencapai Rp534 juta.
“Dengan demikian, keseluruhan peralatan nan kami sampaikan pada hari ini mencapai 10.783.800 batang rokok ilegal, dengan perkiraan potensi kerugian negara sekitar Rp8,05 miliar,” kata Hendri, Rabu (9/9/2026).
Jutaan Batang Rokok Ilegal Diduga Transit di Jakarta
Berdasarkan penelitian sementara Bea Cukai, jutaan batang rokok terlarangan tersebut diduga berasal dari Jawa Timur. Jakarta diduga dimanfaatkan sebagai titik transit sebelum peralatan dikirim ke sejumlah wilayah lain, ialah Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan.
Hendri mengatakan seluruh peralatan nan diamankan tetap dalam proses penelitian lebih lanjut. Penanganan perkara bakal dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Hendri, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, distribusi, dan logistik memberikan faedah besar bagi perekonomian. Namun, posisi strategis tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur transit dan pengedaran peralatan ilegal.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·