1 Tewas dalam Penembakan di RS Delaware AS, Pelaku Masih Buron

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
1 Tewas dalam Penembakan di RS Delaware AS, Pelaku Masih Buron Rumah Sakit Wilmington di Delaware, AS, gempar setelah tindakan penembakan di dalam gedung nan menewaskan satu orang. Simak kronologi lengkapnya di sini.(Media Sosial X)

SUASANA di Rumah Sakit Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, berubah mencekam pada Selasa (16/6/2026) sore waktu setempat. Insiden penembakan bersenjata terjadi di dalam area rumah sakit, mengakibatkan satu orang tewas dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Hingga saat ini, abdi negara kepolisian tetap melakukan pengejaran besar-besaran terhadap pelaku nan sukses melarikan diri dari letak kejadian.

Kepala Kepolisian Wilmington, Wilfredo Campos, mengonfirmasi status pelaku penembakan saat ini tetap buron. Pihak berkuasa tengah bekerja keras mengerahkan segala sumber daya untuk mengidentifikasi sekaligus melacak keberadaan tersangka.

"Tersangka dalam penembakan ini tetap bebas saat ini," ujar Campos dalam konvensi persnya pada Selasa.

Campos menambahkan salah satu korban dipastikan meninggal bumi akibat luka tembak nan dideritanya. Sementara itu, pihak kepolisian tetap merahasiakan identitas maupun kondisi mendetail dari korban kedua demi kepentingan penyelidikan.

Aksi penembakan ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Lokasi kejadian berada di Rumah Sakit Wilmington, nan berjarak sekitar 30 mil (48 kilometer) di sebelah barat daya Philadelphia. Menanggapi laporan tersebut, sejumlah pemasok federasi termasuk FBI dan Kepolisian Negara Bagian Delaware langsung dikerahkan ke letak untuk membantu mengamankan situasi. Rumah sakit pun sempat menerapkan kebijakan lockdown total sebelum akhirnya dicabut setelah area tersebut dinyatakan steril.

Kesaksian mendebarkan datang dari Brian Pfeffer, seorang pemandu pasien di rumah sakit tersebut. Ia sedang bekerja di ruang darurat gawat ketika tiba-tiba mendengar bunyi dentuman keras dari lantai dasar gedung. "Suaranya seperti petasan," kata Pfeffer kepada hubungan CNN, KYW.

Begitu menyadari ancaman nan mengancam, Pfeffer langsung melarikan diri keluar dari ruang darurat gawat sesaat sebelum pihak manajemen mengunci seluruh akses rumah sakit. Ia mengaku sangat syok lantaran peristiwa mengerikan ini terjadi di tempat kerja, di mana masyarakat semestinya merasa kondusif saat mencari kesembuhan.

Tragedi ini juga memicu keprihatinan mendalam dari para pejabat setempat. Gubernur Delaware, Matt Meyer, mengungkapkan bahwa kejadian ini terasa sangat dekat dan memukul keluarganya secara personal. Hal ini dikarenakan istri sang Gubernur merupakan salah satu tenaga medis nan bekerja di bawah jaringan ChristianaCare, sistem kesehatan nan menaungi Rumah Sakit Wilmington. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia