Labuan Bajo, CNN Indonesia --
Satu penumpang kapal wisata KM Feronia nan tetap dalam pencarian, diduga kuat terjebak di dalam toilet kapal, saat kapal tiba-tiba terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, Taman Nasional Komodo, NTT, Selasa (13/10).
Korban nan merupakan pemandu selam berkewarganegaraan Indonesia berinisial VBJ alias Veronica Beatrix Jessica, itu belum ditemukan hingga petang hari, kemarin.
"Korban berada di dalam toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam berbareng lambung kapal," kata Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, Selasa malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica dihentikan sementara pada Selasa petang lantaran jarak pandang nan terbatas. Pencarian bakal kembali dilakukan pada Rabu (14/10) pagi.
"Kita lakukan pencarian kembali. Kami bakal berupaya semaksimal mungkin berbareng seluruh unsur SAR untuk menemukan korban dalam keadaan apa pun," ujar Leonardo.
Berdasarkan keterangan polisi, kapal jenis open deck diving berbobot GT 51 itu berlayar dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar dengan kecepatan 10 knot. Saat berjarak sekitar 15 meter dari pusaran arus nan kuat, nakhoda berjulukan Isran menurunkan kecepatan menjadi 8 knot.
Namun begitu memasuki pusaran, kapal langsung lenyap kendali, berbalik arah, dan seketika terbalik ke sisi kiri sebelum akhirnya tenggelam.
Saat kapal terbalik, penumpang dan kru segera melompat ke laut. Awak kapal sempat membentangkan perahu karet darurat untuk penyelamatan.
Di saat nan sama dua kapal sigap (speedboat) nan melintas, Red Whale dan Mac Cruise, segera memberikan pertolongan pertama sebelum Tim SAR Gabungan tiba di lokasi.
Sebanyak 29 orang sukses dievakuasi dengan selamat, namun tiga turis asing dilaporkan mengalami luka-luka.
"Ketiga korban luka merupakan penduduk negara asing dan sedang mendapatkan perawatan medis intensif di darat," tambah Leonardo.
Ketiga turis asing nan terluka adalah William Barnet nan mengalami luka di kepala, Teagans Monks dengan luka di kaki, serta Yannick Wassmer nan mengalami lecet di kaki.
Penyidik Polres Manggarai Barat sekarang mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Selain arus nan kuat, polisi juga menyoroti aspek bangunan kapal nan dinilai rawan.
KM Feronia diketahui mempunyai lambung nan relatif pendek dan kecil, namun dengan gedung kabin nan cukup tinggi kondisi nan membikin kapal sangat labil dan mudah oleng saat dihantam arus.
"Kami tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian alias kesalahan manusia dari pihak nakhoda nan kurang memperhitungkan kestabilan kapal saat melintasi pusaran arus," tegas Leonardo.
Polisi telah menerbitkan Laporan Polisi Model A. Penyidik bakal memeriksa nakhoda, kepala bilik mesin, tiga anak buah kapal, serta memanggil pemasok pelayaran dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan.
(lou/isn)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·