Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |09:36 WIB

Pasukan Perdamaian PBB/Anadolu
LEBANON - Seorang penjaga perdamaian nan bekerja di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dan dua lainnya terluka setelah mortir menghantam posisi mereka di Lebanon Selatan, Lebanon.
Prajurit nan meninggal diketahui berjulukan Sersan Milovan Jovanovic dari Serbia. Sementara dua penjaga perdamaian nan terluka berasal dari El Salvador dan Spanyol.
Dalam sebuah pernyataan, UNIFIL mengatakan penjaga perdamaian tersebut mengalami luka kritis ketika mortir menghantam posisinya di dekat Marjayoun, Lebanon.
“Penjaga perdamaian nan terluka dievakuasi melalui udara ke rumah sakit di Beirut, di mana dia kemudian meninggal lantaran luka-lukanya,” tulis keterangan UNIFIL dilansir middle east monitor, Jumat (5/6/2026).
Misi tersebut mengatakan dua penjaga perdamaian lainnya juga terluka dalam kejadian tersebut dan sedang menerima perawatan di akomodasi medis di dalam pangkalan UNIFIL.
Sementara, Pasukan penjaga perdamaian PBB telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi komplit kejadian tersebut.
“UNIFIL telah mendeteksi peningkatan jumlah lintasan dan akibat di Lebanon Selatan. Kekerasan kudu diakhiri,” kata UNIFIL.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Lebanon mengutuk serangan nan menargetkan posisi UNIFIL di dekat Marjayoun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·