Liputan6.com, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan uji emisi 1.500 kendaraan roda empat hingga truk dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mengevaluasi kondisi kualitas udara perkotaan.
Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam Ip mengatakan, aktivitas tersebut menyasar kendaraan berbahan bakar bensin maupun solar, mulai dari kendaraan roda empat hingga truk enam dan delapan roda.
"Ini merupakan hari ketiga uji emisi berbarengan dengan Hari Lingkungan Hidup. Target kami 1.500 kendaraan. Dua hari kemarin sudah sekitar 1.100 kendaraan, sehingga hari ini tinggal sekitar 500 kendaraan lagi untuk mencapai target," ujar Ip di Batam, Kamis (11/6/2026), melansir Antara.
Dia mengatakan, uji emisi dilaksanakan di tiga letak ialah Top 100 Tembesi, Ruko Cipta Grand City Sagulung, dan area Temenggung Abdul Jamal, pada tiga hari berturut-turut.
"Ketiga ini dipilih lantaran dinilai mempunyai ruang nan memadai, aman, nyaman bagi petugas, dan juga tidak mengganggu arus lampau lintas. Dalam pelaksanaannya, kendaraan nan melewati jalan tersebut diarahkan masuk ke letak pengujian," papar Ip.
Hasil Sementara
Ip mengatakan, berasas hasil sementara, tingkat kelulusan kendaraan berbahan bakar bensin (Pertalite) tergolong tinggi.
"Untuk kendaraan bensin, tingkat kelulusannya nyaris 95 persen. Sementara kendaraan solar nan tidak lulus uji emisi mencapai sekitar 30 hingga 40 persen," kata dia.
Menurut Ip, dari sekitar 1.100 kendaraan nan telah diuji, sebanyak 300 kendaraan merupakan kendaraan berbahan bakar solar, sedangkan sisanya kendaraan berbahan bakar bensin.
"Data nan diperoleh dari aktivitas ini bakal menjadi referensi krusial dalam penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran udara di Batam. Selain itu, hasil uji emisi juga bakal digunakan untuk mengevaluasi kontribusi emisi kendaraan terhadap kualitas udara perkotaan dari tahun ke tahun," terang dia.
"Data ini sangat krusial sebagai bahan pertimbangan kualitas udara perkotaan di Batam. Kami mau mengetahui sejauh mana emisi kendaraan berkontribusi terhadap kondisi udara nan ada saat ini," sambung Ip.
Dampak Penggunaan Kendaraan Hibrida dan Listrik
Ip menilai perkembangan penggunaan kendaraan hibrida dan listrik mulai memberikan akibat positif terhadap upaya pengurangan emisi di Batam.
"DLH Batam juga tengah menyusun kebijakan untuk mendorong kepatuhan pemilik kendaraan dalam menjaga emisi gas," ucap dia.
Salah satu usulan nan sedang dikaji adalah menjadikan hasil uji emisi sebagai salah satu pertimbangan alias syarat dalam proses perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Kami berambisi ke depan uji emisi bisa menjadi salah satu syarat pendukung perpanjangan STNK. Di beberapa wilayah sudah diterapkan, sehingga kendaraan nan tidak memenuhi standar emisi kudu melakukan perbaikan terlebih dahulu," jelas Ip.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·