1.463 Titik Api Terdeteksi di Jambi, Pemerintah Bentuk 81 Posko Siaga Karhutla

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Ilustrasi kekeringan di musim kemarau. Foto: Shutter Stock

BPBD Provinsi Jambi telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi musim tandus awal Juli 2026 ini. Puluhan posko sudah dibentuk untuk menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan keputusan ini diambil berasas prakiraan cuaca, periode Juli nan menjadi awal puncak musim tandus dan perlu diwaspadai seluruh daerah.

“Ini diperkirakan bakal berjalan pada Juli sampai akhir September, apalagi Oktober 2026,” kata Bachyuni, Kamis (2/7).

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi Jambi membentuk 81 posko siaga karhutla nan tersebar di seluruh kabupaten dan kota dengan tingkat kerawanan tinggi. Pembentukan posko itu merupakan tindak lanjut pengarahan Gubernur Jambi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Kita membikin 81 posko tersebar di seluruh kabupaten alias kota nan rawan kebakaran rimba dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla,” ujarnya.

Setiap posko diisi sekitar 10 personel campuran nan berasal dari BPBD, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan. Selain melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, petugas juga bekerja memantau titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut Bachyuni, laporan dari posko lapangan bakal diteruskan ke Posko Induk di Korem 042/Garuda Putih serta Posko Udara di Bandara Sultan Thaha Jambi andaikan ditemukan indikasi kebakaran.

“Satu posko itu 10 personel dilengkapi peralatan dan posko itu berjalan pada hari ini sampai masa status siaga berhujung ialah tanggal 31 Oktober 2026,” katanya.

Di sisi lain, BPBD mencatat aktivitas titik panas di Jambi sepanjang tahun ini tetap cukup tinggi. Berdasarkan pantauan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP pada periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026, terdapat 1.463 hotspot di seluruh wilayah provinsi.

Foto udara kondisi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (24/7/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO

Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, ialah 451 titik. Disusul Muaro Jambi 339 titik, Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh 1 titik.

Sementara itu, perkiraan luas lahan nan terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 22 Juni 2026 mencapai sekitar 137,72 hektare.

Sarolangun menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 44,90 hektare, disusul Batang Hari 36,42 hektare, Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare, Tanjung Jabung Timur 18,80 hektare, Tebo 2,50 hektare, dan Muaro Jambi 1,70 hektare.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla tetap membayangi Jambi di tengah puncak musim kemarau. BPBD pun mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan langkah membakar serta segera melaporkan andaikan menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan