1,4 Juta Rakyat Libanon Alami Kelaparan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
1,4 Juta Rakyat Libanon Alami Kelaparan ilustrasi kelaparan di Libanon(Aljazeera)

PEJABAT kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut 1,4 juta orang di Libanon sangat memerlukan support kemanusiaan, seiring kondisi ketahanan pangan di negara itu nan terus memburuk dengan cepat.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Libanon, Imran Riza, mengatakan PBB dan Pemerintah Libanon telah meluncurkan seruan pendanaan baru untuk terus menghimpun biaya bagi operasi support pengamanan jiwa.

Hal itu disampaikan Riza dalam konvensi pers nan diselenggarakan Kantor PBB di Jenewa melalui sambungan video pada Jumat (5/6), bertepatan dengan pembaruan dan perpanjangan Flash Appeal (Seruan Darurat) kemanusiaan untuk Libanon.

Ia menambahkan bahwa eskalasi permusuhan selama lebih dari tiga bulan telah menyebabkan kekerasan nan parah dan penderitaan akut di seluruh Libanon.

"Masyarakat menghadapi akibat nan sangat berat, termasuk pengungsian berulang dalam skala luas, kehancuran rumah serta prasarana jasa dasar, dan trauma psikologis nan mendalam," kata Riza melanjutkan.

Ia mencatat bahwa lebih dari 3.500 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka, sementara nyaris satu juta orang tetap mengungsi dari rumah mereka.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dan petugas tanggap darurat menghadapi akibat kematian dan cedera dalam skala nan mengerikan. Sementara itu, seluruh area permukiman telah berubah menjadi puing-puing, dan banyak family kehilangan rumah serta sumber mata pencaharian mereka.

Riza mengatakan bahwa dalam kunjungan terhadap sejumlah organisasi dalam beberapa pekan terakhir, dia menyaksikan kerusakan luas pada prasarana dan jasa penting.

Kerusakan tersebut mencakup rumah sakit dan klinik nan terkena serangan udara, gedung pemerintahan nan hancur, lahan pertanian nan hangus, stasiun air nan rusak, serta sekolah nan dialihfungsikan menjadi letak penampungan pengungsi.

Ia menegaskan bahwa trauma psikologis akibat bentrok sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. "Trauma psikologis akibat bentrok telah merasuk jauh ke dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari, meninggalkan luka emosional nan bakal memperkuat lebih lama daripada bunyi tembakan dan ledakan bom," ujarnya.

Pejabat PBB tersebut mengatakan bahwa para donor telah memberikan sekitar 190 juta dolar AS (sekitar Rp3,42 triliun), nan memungkinkan pemerintah dan mitra kemanusiaan merespons dengan sigap serta memberikan support kepada lebih dari 680.000 orang selama tahap pertama Flash Appeal (Seruan Darurat) kemanusiaan tersebut. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑