Wasiat Sang Anak 'Mengantar' Ibu ke Tanah Suci

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Seorang jamaah golongan terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar, Halika Palecceng berasal dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mengaku berangkat haji setelah mendapatkan wasiat dari sang anak nan lebih dulu meninggal dunia.

"Anak saya menabungkan dan ditambah hasil kebun cengkeh dari suami saya," kata Halika di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (21/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan berumur 83 tahun itu tak bisa menyembunyikan rasa syukur. Penantian panjang selama puluhan tahun akhirnya terjawab. Sejak usia 35 tahun, dia telah menyimpan kemauan kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima. Namun keterbatasan ekonomi membikin cita-cita itu terus tertunda.

Halika sempat didaftarkan haji sekitar tahun 2014. Sejak saat itu, dia terus menunggu panggilan keberangkatan sembari berambisi diberi kesehatan dan umur panjang.

Perjalanan menuju Tanah Suci kali ini terasa begitu emosional. Sebab, biaya keberangkatannya tak lepas dari perjuangan sang anak nan sejak lama menabung demi memberangkatkan ibunya.

Namun takdir berbicara lain. Sang anak meninggal bumi sebelum sempat menyaksikan ibunya berangkat haji. Meski begitu, niat baik tersebut tidak terhenti.

Istri dari almarhum anaknya kemudian melanjutkan amanah itu. Ia memenuhi wasiat sang suami untuk tetap memberangkatkan ibu mertuanya ke Tanah Suci.

"Anak saya meninggal, tapi memberikan wasiat untuk memberangkatkan haji ibunya," katanya.

Saat ini, Halika kudu berangkat seorang diri tanpa pendamping keluarga. Meski demikian, semangatnya tak surut. Ia membawa angan dan kenangan tentang anak nan telah lebih dulu pergi.

"Sendiri berangkat, tidak ada nan mendampingi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail mengatakan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Makassar diberangkatkan sebanyak 387 jamaah nan terdiri dari Kabupaten Soppeng sebanyak 386 jamaah dan Makassar satu jamaah.

"Kami selaku panitia menerima dan melepas jemaah kloter satu dari Kabupaten Soppeng. Insya Allah bakal kami berangkatkan pada pukul 03.20, WITA," kata Ikbal.

Tahun ini, kata Ikbal ada penerapan patokan baru nan dimana para jamaah dibagikan kartu nusuk lebih dulu di pondok haji. Sebelumnya, jamaah haji dibagikan kartu nusuk pada saat di Mekkah.

Sedangkan, pemeriksaan paspor imigrasi Saudi saat ini sudah dipindahkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak lagi di Jeddah dan di Madinah.

"Bila jemaah kelak tiba landing di Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan. Itulah perbedaan dari tahun sebelumnya," jelasnya.

(mir/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional