Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono mengungkapkan sikap Presiden Prabowo Subianto nan konsisten mendorong kemandirian pangan dan menekan impor, sudah ada sejak tetap memimpin organisasi petani puluhan tahun lalu.
Menurut Sudaryono, komitmen tersebut bukan kebijakan nan muncul tiba-tiba, melainkan sudah menjadi prinsip nan diperjuangkan sejak lama.
"Cita-cita tidak impor beras, sikap anti-impor beras itu memang sudah ditunjukkan bapak presiden kita (Prabowo) sejak beliau menjadi Ketua Umum HKTI tahun 2004, sudah bersikap anti dan tidak boleh impor beras lagi," kata Sudaryono dalam aktivitas HUT HKTI Ke-53 dan Launching Inno Food di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan visi lama tersebut, ialah mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.
"Yang dulu impor beras, sekarang tidak impor beras lagi. nan dulu impor jagung untuk pakan, sekarang tidak impor jagung untuk pakan lagi. nan dulu impor gula konsumsi, sekarang sudah tidak impor gula konsumsi lagi," ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil kerja keras beragam pihak dalam memperkuat sektor pangan nasional.
"Hanya kerja keras nan memperbesar kesempatan kita untuk berhasil," ucap dia.
Foto: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konvensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Sudaryono juga menekankan, kebijakan pangan nan dijalankan pemerintah saat ini telah dirancang jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
"Maksudnya begini, jika sekarang ini Pak Presiden punya program ini dan itu, itu nggak ujug-ujug bangun tidur kemudian keluar program. Sudah dicanangkan dan dipikirkan jauh-jauh hari sebelum kita, dan sebelum beliau menjabat sebagai Presiden," jelasnya.
Ia mengaku mengetahui langsung konsistensi tersebut lantaran pernah mendampingi Prabowo dalam beragam pendapat pembangunan pertanian, termasuk peningkatan produktivitas padi.
"Sikap itu sudah ada sebelum (Prabowo) jauh jadi Presiden," tambah dia.
Lebih lanjut, Sudaryono mengatakan, semangat mengurangi impor juga sejalan dengan dorongan dari para petani, termasuk untuk komoditas gula.
"Termasuk dorongan dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, APTRI, kita sebisa mungkin kurangi-kurangi impor gula, sehingga kita bisa sorong produksi gula kita, nasional kita, betul-betul bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan mensejahterakan petani kita," ujarnya.
Dengan konsistensi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis kemandirian pangan nasional dapat terus diperkuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·