KKP Perketat Pengawasan Produk Perikanan Biar Bebas Radioktif

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan mutu ikan di Indonesia. Sebagai, pemangku kepentingan dan kebijakan sektor kelautan dan perikanan dan competent authority (CA), KKP menggandeng Brimob Polri untuk memastikan produk perikanan nasional bebas dari kontaminasi unsur radioaktif.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) dengan Korps Brimob Polri di Markas Komando Pasukan Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (23/4) lalu.

Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, mengatakan sinergi ini melibatkan unit unik dari Brimob, ialah Pasukan Gegana. Personel Gegana mempunyai skill unik dalam pemindaian dan penemuan radionuklida bakal diterjunkan untuk mendukung tugas KKP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satunya kami menjalin kerjasama dengan Brimob POLRI nan membawahi unit Pasukan Gegana dengan skill dalam pemindaian dan penemuan radionuklida untuk mendukung tusi Badan Mutu KKP," ujar Ishartini dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Ishartini menjelaskan PKS antara Brimob dan Badan Mutu KKP ini sangat strategis lantaran mendukung skema sertifikasi bebas radioaktif pada produk perikanan untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia dan juga menjamin keberterimaan produk perikanan Indonesia nan di ekspor ke 147 negara.

"PKS nan saya tandatangani berbareng Bapak Komandan Korps Brimob, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H. ini mempunyai ruang lingkup nan memang implementasinya untuk mendukung tusi KKP, ialah pendayagunaan SDM dan sarpras untuk melaksanakan skema sertifikasi bebas radioaktif produk perikanan, pengendalian kontaminasi unsur radioaktif, pertukaran info serta peningkatan kapasitas," tambahnya.

Ishartini menggarisbawahi bahwa sinergitas lintas sektor nan telah dilaksanakannya berbareng jejeran di KKP juga telah sukses meyakinkan bumi internasional bahwa produk perikanan Indonesia kondusif dari kontaminasi radioaktif. Salah satu indikasinya adalah dengan kembali diterimanya ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

Sejak pertama kali sertifikasi bebas radioaktif diluncurkan pada 31 Oktober 2025 lampau sampai dengan 20 April 2026, Indonesia telah mengirim 3.202 kontainer udang senilai lebih dari Rp 8 triliun. Dari total tersebut, sebanyak 2.462 kontainer udang diantaranya telah memasuki pasar AS.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance